Server Keuangan Tanjab Barat Jebol Diserang Hacker, Ini Kata BKAD

Server Keuangan Tanjab Barat Jebol Diserang Hacker, Ini Kata BKAD
ilustrasi

BRITO.ID, BERITA TANJAB BARAT- Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Keuangan Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, terserang Virus Ransomware yang diduga ulah Hacker sejak senin 2 Desember 2019 lalu.

Parahnya, serangan virus jahat tersebut membuat server jebol dan hampir seluruh data dalam kondisi rusak berat tidak dapat diakses. Akibatnya, aktivitas input data dari OPD di BKAD terhambat.

Kepala Badan Keuangan Daerah Tanjab Barat Rajiun Sitohang membenarkan serangan virus, dan Rajiun menduga serangan ini dari orang orang IT dan terindikasi ada unsur kesengajaan.

Ia mengakui, dampak dari serangan Virus yang sangat dirasa yakni mengulang proses APBD, di penganggaran mulai dari awal hingga terbitnya DPA.

"Setelah dicari cari oleh tim IT kita, akhirnya bisa buka untuk DPA beberapa APBD sudah bisa ditandatangani. Hanya sebagian data yang dapat diselamatkan. Sebagian data yang dapat diselamatkan hanya data pertanggal 26 November 2019." Jelasnya pada awak media Jum'at (6/12).

" Serangan malware ini mengakibatkan tidak bisa dibukanya data di komputer server BKAD bahkan sebagian data terhapus total," imbuhnya.

Diakui Rajiun pihaknya tidak bisa mengolah data dan membuka data yang diolah selama ini sampai dengan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dari 27 hingga 30 Nopember 2019.

"Dari 27 hingga 30 November 2019 semua data hilang, dan kita harus entry ulang. Mulai dari pencairan anggaran, SP2D, SPM dan lainnya termasuk juga catatan laporan keuangan, baik data terakhir konsumsi tahun 2020, APBD itu betul betul mereka kunci. Alhasil kita entri ulang APBD tahun 2020 yang sudah selesai dikerjakan," paparnya.

Menindaklanjuti hal ini dicarikan solusi kemana mana ke seluruh Indonesia, kemudian ada yang menawarkan bantuan tapi dengan bayaran tidak jelas. Berbagai tawaran perbaikan juga sudah banyak datang

"Ada juga yang menawarkan bawa ke Jakarta dan bawa ke Pekanbaru. Tetapi teman-teman di BKAD ahli-ahli IT nya masih bisa diharapkan. Dan dari keterangan ahli IT kita, mudah mudahan bisa terselesaikan sampai 2 hari kedepan dan saat ini Progresnya sudah mencapai 98 persen," ujarnya.

Rojiun menambahkan, hari ini sudah mulai berjalan khusus SPM GU. Biasanya hingga tanggal 10 karena ada masalah ini tadi kita perpanjang hingga tanggal 16 Desemberr 2019.

Rajiun mengatakan sebetulnya sudah dilakukan Backup data. Tapi backup data juga disimpan di server yang terserang virus.

"Solusinya kedepan mungkin di APBD 2020 untuk penyimpanan data disimpan di tempat terpisah," pungkasnya.

Walaupun serangan ini dinilai Rojiun tidak terpengaruh terhadap pelaksanaan APBD, namun sebagian besar rekanan merasa gelisah sebab, proses pencairan menjadi terhambat.

"Kerjaan sudah siap, bahkan sudah masuk tahap SP2D, hanya tinggal pencairan, malah ada masalah. Pusing juga, soalnya kewajiban para pekerja belum terpenuhi. Kami harap pemkab segera lakukan perbaikan," keluh salah satu Kontraktor di Kualatungkal.

Penulis: Heri Anto

Editor: Rhizki Okfiandi