Sistem Uji KIR Berubah, Kadishub Merangin: Dulu Biso Kompromi, Kini Dak Biso Lagi

Sistem uji kelayakan kendaraan alias KIR kini telah berubah. Jika dulunya, layaknya sebuah kendaraan untuk bisa beroperasi ditentukan oleh keputusan Dinas Perhubungan daerah masing- masing, tapi kini ditentukan oleh sistem yang tersambung langsung ke Kementerian Perhubungan.

Sistem Uji KIR Berubah, Kadishub Merangin: Dulu Biso Kompromi, Kini Dak Biso Lagi
Kepala Dinas Perhubungan Merangin Syafrani (ist)

BRITO.ID, BERITA MERANGIN - Sistem uji kelayakan kendaraan alias KIR kini telah berubah. Jika dulunya, layaknya sebuah kendaraan untuk bisa beroperasi ditentukan oleh keputusan Dinas Perhubungan daerah masing- masing, tapi kini ditentukan oleh sistem yang tersambung langsung ke Kementerian Perhubungan.

Sistem ini pun membuat para sopir angkutan umum, maupun pribadi sempat mendatangi Dinas Perhubungan Merangin beberapa waktu lalu. Mereka memprotes kebijakan tersebut, karena dianggap uji KIR sangat sulit untuk dilakukan.

Kepala Dinas Perhubungan Merangin, Syafrani, yang dikonfirmasi mengaku tidak bisa berbuat apa- apa tentang kebijakan ini, lantaran ini sudah menjadi aturan bersama yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan.

"Kito analogi sederhana Bae, kalau dulu layak atau tidak layak kendaraan tu biso lah kami yang menentukan, tapi kini dak biso lagi, semuanyo sudah pakai sistem elektronik, dan alat uji KIR ini sudah tersambung langsung ke server kementerian, jadi hasilnyo langsung keluar, makonyo kito agak sulit sekarang, kami jugo dak biso berbuat apo-apo," ungkap pria yang akrab disapa Kanceng ini kepada Brito.id.

Selain itu, Kanceng juga mengatakan, dalam sistem uji KIR ada 16 item yang diuji, seperti lampu utama, dimensi bak khusus kendaraan angkutan, rem, lampu sein, dan hal- hal lainnya.

"Banyak yang diperikso, satu- satu secaro detail," katanya.

Untuk itu, Ia sangat berharap kepada masyarakat dapat memahami aturan tersebut, dan bisa menyesuaikan sistem yang berlaku ini.

"Kalau dulu biso Kito kompromi, kalau kini dak biso lagi," pungkasnya.

Penulis: Rhizki Okfiandi