Siswa SMPN 12 Tanjabtim Ini Ciptakan Roket Air, Lihat Hasilnya

Siswa SMPN 12 Tanjabtim Ini Ciptakan Roket Air, Lihat Hasilnya
Wistyo Sanggam Rifa'i dan Edi Santoso dan Kepala Dinas Pendidikan tengah mencoba roket air. (Erik/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUARASABAK – Wistyo Sanggam Rifa'i dan Edi Santoso maju kedepan halaman utama sambil membawa beberapa alat, seperti pompa dan sebuah roket. Apa yang akan mereka lakukan?

Kedua siswa tersebut tampak grogi. Namun, pelan tapi pasti mereka bisa menenangkan diri untuk menjelaskan tentang hasil pembelajaran IPA kepada Kepala Dinas Pendidikan Tanjung Jabung Timur. Termasuk ratusan peserta yang hadir di acara showcase SMPN 12 Tanjab Timur. Ternyata mereka sedang menjelaskan cara kerja roket air yang diterbangkan ke udara.

Lalu dua siswa tersebut mengajak Kepala Dinas Pendidikan untuk memompa roket tersebut agar bisa diterbangkan ke udara, dan setelah sekian lama memompa, akhirnya berhasil diterbangkan di langit halaman SMPN 12 Tanjab Timur.

"Salut, pembelajaran seperti inilah yang harus diperbanyak oleh siswa, mereka mengalami sendiri dengan praktik," ujar Junaedi Rahmad, Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Timur, Kamis, (20/2/2020).

Selain ujicoba roket, Kepala Dinas Pendidikan yang hadir bersama Provincial Coordinator Tanoto Foundation Jambi Medi Yusva mengitari kelas-kelas yang sudah dipersiapkan untuk menunjukkan hasil pembelajaran selama ini, seperti cara menjernihkan air, perputaran air untuk listrik agar menyala, lalu beberapa siswa juga unjuk kebolehan seperti menari, dan membacakan resensi dari buku yang telah dibaca.

"Melalui Program Pintar Tanoto Foundation ini siswa menjadi tahu langsung melalui pembelajaran aktif, ini perlu terus disebarluaskan," imbuh Junaedi.

Sementara Medi Yusva, mengaku bangga dengan pencapaian yang dilakukan oleh warga SMPN 12 Tanjabtim. Hal ini berarti Program PINTAR yang telah berjalan dapat diterima dengan baik oleh seluruh warga sekolah. 

“Bersyukur ya, berarti apa yang dilatihkan selama ini dapat dipraktikkan dengan baik oleh seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru hingga penerima manfaat yaitu siswa,” ujar Medi. 

Kepercayaan diri siswa ini merupakan dampak dari pembelajaran aktif yang diterapkan. Hal ini diakui oleh Anita Sriyuanti selaku kepala sekolah. 

"Kita terus memperkuat pendidikan di sekolah, baik mutu maupun aksesnya. khususnya dalam hal pembelajaran, manajemen sekolah dan budaya baca," ungkapnya.

Selain itu, turut pula diresmikan program Oca, yaitu ojek baca, menurut salah seorang guru, Adde Irma Yusri bahwa keberadaan Oca ini untuk memperkuat program budaya baca yang sudah berjalan di sekolah.

"Adanya Oca sangat positif, karena mengajak anak-anak untuk membaca dengan mendatangi mereka, yang malas atau tidak sempat ke perpustakaan. Pada jam istirahat setelah anak-anak ke kantin kemudian mereka duduk-duduk, lalu oca menghampiri agar waktu luang anak-anak diisi dengan membaca buku yang ringan dan menarik," tukasnya.

Penulis: Erikno Triyanto
Editor: Ari