Sudah 7 Bulan PDAM Mukomuko Berhenti Beroperasi

- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Selagan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sejak enam bulan terakhir berhenti beroperasi mendistribusikan air bersih kepada pelanggan karena pipa transmisi air baku putus akibat banjir dan longsor yang melanda daerah setempat.

Sudah 7 Bulan PDAM Mukomuko Berhenti Beroperasi
Istimewa

BRITO.ID, BERITA MUKO-MUKO - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Selagan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sejak enam bulan terakhir berhenti beroperasi mendistribusikan air bersih kepada pelanggan karena pipa transmisi air baku putus akibat banjir dan longsor yang melanda daerah setempat.

“PDAM berhenti beroperasi sejak bulan Desember 2019 sampai sekarang, atau setelah pipa transmisi air baku di wilayah Kecamatan Selagan Raya putus akibat bencana alam banjir dan tanah longsor,” kata Karyawan PDAM Tirta Selagan Kabupaten Mukomuko Suryadi di Mukomuko, Rabu (17/6).

Sepanjang 125 meter pipa transmisi air baku berdiameter 400 jenis baja milik PDAM Tirta Selagan yang berada di Kecamatan Selagan Raya putus akibat banjir dan tanah longsor yang melanda daerah ini.

Suryadi yang juga mantan Direktur PDAM Tirta Selagan ini mengatakan, karena perusahaan tersebut berhenti beroperasi sehingga sehingga perusahaan ini tidak ada pemasukan untuk membayar gaji karyawan dan tenaga kontrak.

Ke-21 orang tenaga kerja di perusahaan milik pemerintah daerah setempat ini yang terdiri dari sebanyak sembilan orang di antaranya karyawan tetap dan sisanya tenaga kontrak.

“Selama enam bulan karyawan dan tenaga kontrak di perusahaan ini belum menerima gaji, tetapi mereka tetap melakukan aktivitas piket. Kemungkinan mereka ini masih ada pemasukan dari melakukan pekerjaan sampingan dan ada yang punya kebun kelapa sawit,” ujarnya.

Kemudian jabatan direktur perusahaan ini terhitung sejak sebulan terakhir telah berakhir dan sampai sekarang belum ada surat keputusan perpanjangan atau penetapan direktur baru oleh bupati setempat.

Karena sampai sekarang perusahaan ini belum memiliki pimpinan sehingga perusahaan belum bisa mengusulkan anggaran untuk memperbaiki kerusakan pipa perusahaan kepada pihak terkait.

“Kami telah berkoordinasi dengan bupati setempat terkait dengan permasalahan yang terjadi dengan PDAM termasuk soal jabatan direktur perusahaan ini yang masih kosong,” ujarnya.

Ada 2.800 pelanggan perusahaan ini yang tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Selagan Raya, Kecamatan Teras Terunjam, Kecamatan Air Manjuto, dan Kecamatan Kota Mukomuko.

Sumber: Antara
Editor: Ari