Tagar #BatalkanSKzalimRektorUndip Trending Topik Pagi Ini, Ada Apa Ya?

Tagar #BatalkanSKzalimRektorUndip Trending Topik Pagi Ini, Ada Apa Ya?
Guru Besar Undip Profesor Suteki. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Prof Suteki menjadi perhatian dari warganet Tanah Air. 

Lihat saja di topik terpopuler atau trending topic Twitter pada Rabu Pagi 11 Desember 2019, tagar dukungan pada Prof Suteki populer di lini masa Twitter. Ada dua tagar yaitu #KamiBersamaProfSuteki dan #BatalanSKzalimRektorUndip.  

Hingga pagi ini Tagar ini sudah mencapai 71,1 ribu tweet. Dua tagar ini usut punya usut merupakan dukungan untuk menyambut putusan Pengadilan Tata Usana Negara Semarang pada Rabu 11 Desember 2019, atas gugatan Suteki untuk Rektor Undip Yos Johan Utama, atas pemberhentian Suteki dari ketua Ketua Prodi Ilmu Hukum dan Ketua Senat Fakultas Hukum Undip pada 28 November 2018. 

Pemberhentian jabatan Suteki itu buntut dari sidang Suteki sebagai ahli pada sidang Uji Materi Perppu Ormas di Mahkamah Konstitusi dan menjadi ahli Gugatan TUN Ormas HTI di Pengadilan Tata Usaha Negara Negara Jakarta.

Dalam Surat Keputusan pemberhentian yang dikeluarkan Rekotr Undip, Suteki menyetujui anti Pancasila dan anti NKRI serta tidak setia pada pemerintah dengan menjadi saksi ahli HTI. 

Nah, pada Rabu 11 Desember 2019, PTUN Semarang akan membacakan putusan atas gugatan Suteki tersebut. 

"Rabu, 11 Desember 2019, sengketa Tata Usaha Negara antara Prof Suteki melawan Rektor Universitas Diponegoro akan melawan babak akhir. Majelis Hakim PTUN Semarang, rencana akan membacakan keputusannya," ujar Ketua LBH Pelita Umat, Ahmad Khozinudin, dari pertanyaan yang diminta, Selasa 10 Desember 2019. 

Khozinudin menangai ada campur tangan mendapat persetujuan dalam SK tersebut. Selain itu, dia mengerti nuansa batin Suteki yang berhasil memperjuangkan haknya. 

"Kita semua perempuan curiga, ada tangan-tangan memegang kendali SK zalim yang diterbitkan Rektor Undip untuk Prof Suteki. Namun kita juga paham, realitas itu tidak hanya terjadi di lingkungan kampus," kata dia. 

Menyambut putusan sambut hari, Khozinudin menyampaikan dukungannya pada Suteki. Dia berharap keadilan masih ada dalam putusan majelis hakim PTUN Semarang. 

"Kita berharap Palu hakim dapat mengoreksi kezaliman Rektor Undip terhadap Prof Suteki. Kepada Prof Suteki, tetaplah menjadi begawan hukum yang mendukung ilmu pengetahuan, menyuarakan hukum dan kesejahteraan. Di mana pun dan sampai kapan pun," katanya.

Sumber: VIVA.co.id
Editor: Ari