Tambahan Lahan 30 Hektare Pengembangan Bandara Depati Purbo Kerinci Sesuai Masterplan

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra mengatakan pengembangan Bandar Udara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci akan tetap sesuai degan rencana induk (masterplan).

Tambahan Lahan 30 Hektare Pengembangan Bandara Depati Purbo Kerinci Sesuai Masterplan

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra mengatakan pengembangan Bandar Udara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci akan tetap sesuai degan rencana induk (masterplan).

"Bandara Depati Parbo Kerinci akan dikembangkan sesuai dengan masterplan yang telah dibuat sehingga dibutuhkan tambahan lahan seluas 30 hektare," katanya, Selasa (28/08/2018).

  BACA JUGA
UPDATE LELANG JABATAN: 84 Peserta Lelang Jabatan Paparkan Makalah

Menurut dia Bandara Depati Parbo yang terletak di Desa Hiang Kabupaten Kerinci dikelola oleh Unit Pengelola Bandara di bawah Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. "Bandara itu kini melayani penerbangan dengan rute Jambi-Bungo-Kerinci PP dengan menggunakan pesawat ATR maskapai Wing Air setiap hari," ujarnya seperti dilansr Antara.

  BACA JUGA
Berikan Kuliah Umum di Unja, Fasha Sebut Smart City jadi Role Model Internasional

Penerbangan dari dan ke Kerinci itu kata Varial tidak dapat beroperasi secara optimal. Sebab adanya beberapa hambatan alam berupa cuaca dann perbukitan di sekitar bandara.

"Namun dengan ditetapkannya Kerinci sebagai branding pariwisata Provinsi Jambi, maka pengembangan Bandara Depati Parbo menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," ujarnya.

Varial menyebutkan, untuk keperluan pembebasan lahan seluas 30 hektare sesuai masterplan, pada tahun anggaran 2017 Pemprov Jambi telah menghibahkan dana sebesar Rp15 miliar. Sementara APBN Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran juga Rp15 miliar.

Anggaran tersebut tidak dapat direalisasikan seluruhnya. Sebab ketidaksiapan pada proses pembebasan lahan oleh kabupaten setempat sehingga hanya terserap pada tahun 2017 hanya sebesar Rp8 miliar. 

Sementara untuk tahun 2018, APBN Kementerian Perhubungan, kata Varial, hanya mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan pengadaan mobil pemadam kebakaran dan penambahan daya listrik bandara. Sedangkan tahun 2019, anggaran yang akan dikucurkan direncanakan untuk kegiatan perawatan landasan serta penyusunan amdal dan rancangan teknik terinci (RTT) terhadap masterplan.

Varial mengatakan selama ini Bandara Depati Parbo Kerinci hanya bisa digunakan oleh pesawat-pesawat tipe kecil atau hanya sebagai bandara perintis. Sementara untuk pesawat besar belum bisa mendarat di bandara tersebut.