Ternyata, Tahun Lalu DAK Fisik Dinas TPH Muarojambi Rp1,6 Miliar Gagal Terserap

Ternyata, Tahun Lalu DAK Fisik Dinas TPH Muarojambi Rp1,6 Miliar Gagal Terserap
Dinas TPH Muarojambi. (Romi/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik pada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Muarojambi pada tahun lalu ternyata turut bermasalah. Instansi yang dipimpin M Haviz ini tercatat menyia-nyiakan bantuan DAK Fisik sebesar Rp1,6 Miliar.

"Tahun lalu, DAK Fisik Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura ini juga tidak terserap," kata Kabid Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Muarojambi, Irvan Kurniawan, Kamis (3/10).

Irvan mengatakan, besaran bantuan DAK Fisik yang diterima Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura pada 2018 lalu sebesar Rp1,6 Miliar. Dana itu dianggarkan pemerintah pusat untuk membiayai 11 kegiatan fisik. 

"Kegiatannya tidak berjalan, makanya DAK fisik tersebut tidak terserap," ujarnya. 

Irvan menjelaskan, tidak terserapnya DAK fisik milik Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura pada tahun lalu karena adanya perubahan regulasi pengelolaan DAK. Pengelolaan DAK fisik yang sebelumnya menggunakan sistim kontraktual berubah menjadi sistim swakelola. 

"Awalnya sistem kontraktual dengan pihak ketiga, nah ada perubahan sistim menjadi swakelola. Kelompok tani belum siap menerima sistem ini sehingga kegiatan tidak terlaksana," ujarnya. 

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Ahmadi membenarkan DAK fisik tahun lalu tidak terserap. Persoalan itu muncul dikarenakan adanya perubahan sistem pengelolaan DAK fisik dari sistim kontraktual berubah menjadi sistem swakelola. 

"Selain karena adanya perubahan sistim pengelolaan, Jabatan Kabid Sapras dan Kasi juga kosong. Yang melaksanan tidak ada, kalau saya ini baru menjabat tahun ini," kata Ahmadi. (RED)

Kontributor : Romi