Terungkap, Begini Cara Ucok Habisi Nyawa Bibi dan Sepupunya di Muarojambi

Terungkap, Begini Cara Ucok Habisi Nyawa Bibi dan Sepupunya di Muarojambi
Konferensi Pers Yang Digelar Polres Muarojambi (Raden Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Pembunuhan sadis yang menewaskan ibu dan anaknya Heti Tambunan (52) dan Nia Malau (16) di Desa Bakung Kecamatan Marosebo Kabupaten Muarojambi akhirnya berhasil diungkap polisi.

Warga Sumatera Utara ini ternyata dihabisi oleh keponakannya sendiri Hasudungan Tambunan alias Ucok (25). Ucok sendiri adalah petugas jaga malam di PT Maras Bangun Persada (MBP).

"Tersangka merupakan keponakan dan sepupu korban," kata Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto saat konferensi pers Selasa (24/1/20).

Kapolres menjelaskan motif pelaku membunuh korban lantaran sakit dan dendam. Pelaku mengaku sering diejek dan diolok-olok oleh korban.

Kronologisnya, pelaku malam itu Sabtu (11/1/20) memanggil korban Nia untuk menitipkan uang Rp2.040.000 kepada korban untuk dikirimkan ke istrinya.

Usai menitipkan uang, korban kembali ke kamarnya yang bersebelahan dengan pelaku. Tak lama berselang, pelaku kembali memanggil korban untuk menanyakan perihal uang tersebut. Ibunya juga turut keluar kamar.

"Saat itu menurut pelaku kedua korban menunjukkan mimik wajah kesal dan kembali masuk ke kamar sambil membanting pintu kamar," papar Kapolres.

Melihat sikap kedua korban, pelaku kesal dan langsung masuk ke kamarnya. Pelaku selanjutnya mengambil pisau dan senapan angin miliknya yang diisi satu butir peluru dan dipompa sebanyak enam kali. Kemudian pelaku masuk ke dalam kamar kedua korban dengan membawa senapan angin dan pisau.

"Di dalam kamar terjadi cekcok. Lalu pelaku menembak kepala korban dengan senapan angin dan tepat mengenai kening korban," papar Kapolres.

Tak cukup disitu, usai meletakkan senapan angin, pelaku kembali menyerang korban Heti Tambunan sambil menikam dada korban dengan pisau.

Melihat kejadian tersebut, anak korban marah. Pelaku pun menyerang hingga korban jatuh terlentang di kasur. Kemudian pelaku menikam korban Nia di dada sebelah kiri dan membekap korban dengan bantal hingga kehabisan nafas.

"Pelaku langsung mengambil uang dan hape korban. Selanjutnya, hape dan pisau yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban dibuang ke kolam di belakang mess sementara uang dikantonginya. Sedangkan senapan angin disembunyikan di belakang pintu keluar mess," kata Kapolres.

Saat ini pelaku hanya bisa menyesali perbuatannya. Pelaku pun dijerat dengan pasal 340 dan 338 dengan ancaman hukuman seumur hidup. 

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi