Tiga Gudang Minyak Ilegal di Muarojambi Disegel Tim Gabungan

Tiga gudang yang diduga menjadi tempat penampungan dan pengolahan minyak ilegal disegel oleh tim gabungan. Tiga gudang yang berada di RT 10 Kelurahan Pijoan tersebut dipasang garis polisi oleh Polres Muarojambi dan tim gabungan.

Tiga Gudang Minyak Ilegal di Muarojambi Disegel Tim Gabungan
Penyegelan Gudang yang Dilakukan Tim Gabungan (ist)

BRITO. ID, BERITA MUAROJAMBI - Tiga gudang yang diduga menjadi tempat penampungan dan pengolahan minyak ilegal disegel oleh tim gabungan. Tiga gudang yang berada di RT 10 Kelurahan Pijoan tersebut dipasang garis polisi oleh Polres Muarojambi dan tim gabungan. 

"Iya, hari ini kita bersama TNI, serta dinas terkait turun ke Jaluko. Ada 3 gudang yang kita pasang garis polisi karena diduga kuat menjadi tempat penyimpanan dan pengelolaan minyak ilegal," kata Kasat Reskrim Polres Muarojambi AKP Khairunnas Kamis (4/11/21). 

Terlihat di lapangan, tim memasang garis polisi di 3 gudang tersebut. Posisi gudang dalam keadaan tertutup dan tidak ada kegiatan di sana. 

"Jadi kita lakukan penutupan sementara, nanti kita akan bersurat karena ini bangunan juga diduga tak ada izinnya," kata Kasat. 

Selanjutnya, kata Kasat, pihaknya akan menyurati pemilik bangunan tersebut untuk dimintai keterangan. Jika tak diindahkan, pihaknya akan meminta izin penggeledahan dan pembongkaran dari pihak pengadilan. 

"Seluruh gudang ditutup sementara nanti dari PPNS dan penyelidik akan kirim surat klarifikasi ke terduga pemilik. Jika tak punya izin maka akan dibongkar," kata Kasat. 

Kasat bilang, informasi adanya gudang penyimpanan minyak ilegal ini didapat dari masyarakat. Saat turun, pihaknya juga mengajak ketua RT setempat. Kasat juga menyebut sudah mengantongi identitas pemilik gudang tersebut. 

"Kalau nama sudah kita kantongi. Dan kami ingatkan jangan membuka segel ini karena ada pidana melekat sesuai pasal 221 KUHPidana," kata Kasat. 

Sementara Ketua RT 10 Kelurahan Pijoan Subowo menyebut tak tahu ada aktivitas penyimpanan maupun pengolahan minyak di sana. 

"Sebelumnya ini memang sudah ada. Saya baru menjabat jadi tidak tahu kalau di sini ada aktivitas seperti itu," kata Ketua RT singkat.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi