Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Wapres Maruf Dibawah 50 Persen

Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Wapres Maruf Dibawah 50 Persen
Wapres Maruf Amin. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin dibawah 50 persen. Hal itu merupakan hasil dari survei Lembaga Indobarometer terhadap kepuasan publik atas 100 hari kinerja presiden dan wakil presiden serta kabinet Indonesia Maju.

Dalam survei tersebut, sebesar 43,7 persen, publik mengaku cukup puas dan 5,9 persen sangat puas dengan kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Sedangkan 32,7 persen mengaku kurang puas dan 4,8 persen tidak puas sama sekiali. Sementara 12,9 persen tidak menjawab atau tidak tahu.

Sementara untuk tingkat kepuasan publik terhadap kinerja di 100 hari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar 54,3 persen. Sedangkan 33,8 persen mengkau kurang puas dan lima persen memilih tidak menjawab atau tidak tahu.

Direktur Indobaromater M Qodari menilai wajar adanya selisih perbedaan antara presiden dan wakil presiden dalam tingkat kepuasan masyarakat. Dia mengatakan, posisi presiden yang biasanya lebih menonjol menjadi salah satu penyebab adanya perbedaan tersebut.

“Pasti memang jomplang antara presiden dan wakil presiden dan biasanya wakil presiden memang lebih rendah, tapi biasanya nggak jauh, tapi ini jauh ya,” kata M Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Berdasarkan hasil survei tersebut, tingkat kepuasan Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga masih dibawah Wakil Presiden sebelumnya Jusuf Kalla (JK). Dalam survei yang dilakukan Indobarometer 15 hingga 25 Maret 2015, sebesar 51,3 persen publik mengaku cukup puas dengan kinerja wakil kepala pemerintahan.

Sebesar dua persen mengaku sangat puas. Sementara 34,7 persen menyatakan kurang puas dan 4,1 persen tidak puas sama sekali dengna minerja wakil presidrn saat itu. Sedangkan 7,9 persen respon menjawab tidak tahu.

Survei dilakukan pada 9 hingga 15 Januari 2020. Responden diambil dari 34 provinsi secara nasional. Jumlah responden sebanyan 1200 orang dengnan margin of eror 2,83 perseb pada tingkat keeprcayaan 95 persen.

Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuisoner.

Sumber: indopolitika.com
Editor: Ari