Viral dan Bikin Heboh Pria Pakai Celana Dalam Serang Imam, Lalu Bagaimana Faktanya?

Video pria pakai celana dalam serang imam masjid di Cilegon, Banten, bikin heboh, lalu bagaimana faktanya.? Berdasarkan penelusuran video diunggah oleh sejumlah akun Instagram, seperti @ndorobei.official. Di awal video memperlihatkan suasana salat berjamaah seperti biasanya. Kemudian setelah sujud, beberapa jemaah tampak berdiri dan menghampiri tempat imam.

Viral dan Bikin Heboh Pria Pakai Celana Dalam Serang Imam, Lalu Bagaimana Faktanya?
Istimewa. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Video pria pakai celana dalam serang imam masjid di Cilegon, Banten, bikin heboh, lalu bagaimana faktanya.?

Berdasarkan penelusuran video diunggah oleh sejumlah akun Instagram, seperti @ndorobei.official. Di awal video memperlihatkan suasana salat berjamaah seperti biasanya.

Kemudian setelah sujud, beberapa jemaah tampak berdiri dan menghampiri tempat imam.

Belakangan diketahui mereka sedang berusaha mengamankan pria tak dikenal yang disebutkan hendak menyerang imam salat. Pria yang hanya pakai celana dalam itu kemudian dibawa keluar masjid oleh beberapa jemaah.

Hingga Kamis (9/9/2021), video sudah ditonton lebih dari 13 ribu kali dan menuai komentar beragam dari warganet.

Video diketahui berasal dari CCTV di Masjid Nurul Ikhlas, Cilegon pada Senin (6/9/2021).

Pihak kepolisian dari Polres Cilegon kemudian melakukan pendalaman terkait video yang viral.

Hasilnya, video yang menyebutkan pria tak dikenal menyerang imam tidaklah benar. Pria yang diketahui orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) itu hanya berteriak dan mengganggu jalannya salat berjemaah, tidak melakukan penyerangan.

Fakta ini dibenarkan oleh Wakapolres Cilegon, Kompol Mirodin.

"Memang benar ada seseorang mengganggu pelaksanaan salat Magrib," katanya, dikutip dari TribunBanten.com. Kamis.

Mirodin kemudian membeberkan kronologi lengkap video viral tersebut. Insiden itu terjadi pada saat pelaksanaan salat magrib berjemaah.

Pada saat rakaat ketiga, pria berinisial E itu tiba-tiba memasuki area masjid menggunakan pakaian dalam.

Setelah itu, kata dia, pada rakaat terakhir langsung menerobos ke para jamaah yang masih dalam prosesi salat Magrib.

"Dan tiba-tiba saudara E mengatakan Stop Sholatnya, Salat kalian Tidak Sah", ungkap Mirodin.

Setelah diinterogasi dan mendapatkan keterangan dari pihak keluarga, E mengalami gangguan jiwa. Kini E sudah dalam proses pengobatan di RSUD Panggung Rawi Kota Cilegon.

Rencana menurut penjelasan pihak keluarga, pada tanggal 21 September, E akan akan dibawa kontrol ke rumah sakit lagi.

"Dan akan dilanjutkan dibawa ke kampung halaman di Wonosobo untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut," beber Mirodin.

Mirodin melanjutkan, pihak Polres Cilegon menegaskan, tidak ada penyerangan sesuai informasi yang beredar di masyarakat.

"Tidak ada, karena E di depan imam tidak membawa barang berbahaya dan hanya mengatakan, Sholat Kalian Salah, Bubar," tambahnya.

Sumber: Tribunnews.com
Editor: Ari