Viral Transaksi Pasar Muamalah Pakai Dinar dan Dirham, Ini Dia Pencetusnya

Media sosial dihebohkan dengan keberdaan pasar muamalah di sejumlah daerah yang dalam transaksinya tidak menggunakan Rupiah. Melainkan mata uang dinar dan dirham sebagai satu-satunya alat transaksi yang sah.

Viral Transaksi Pasar Muamalah Pakai Dinar dan Dirham, Ini Dia Pencetusnya
Transaksi di pasar muamalah menggunakan dirham dan dinar. Foto repro Youtube

BRITO.ID, BERITA JAKARTA – Media sosial dihebohkan dengan keberdaan pasar muamalah di sejumlah daerah yang dalam transaksinya tidak menggunakan Rupiah. Melainkan mata uang dinar dan dirham sebagai satu-satunya alat transaksi yang sah.

Bedasarkan penelusuran, keberadaan pasar muamalah itu di antaranya ada di Yogyakarta, Bekasi dan di Depok, Jawa barat.

Disebutkan pula bahwa penggerak pasar muamalah ini Zaim Zaidi yang diduga tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Hal itu sebagaimana unggahan pemilik akun @Pencerah__, sebagaimana dikutip PojokSatu.id, Jumat (29/1/2021).

“Penggeraknya adalah Zaim Zaidi (diduga HTI) yang anti terhadap sistem finansial saat ini yang dianggapnya sebagai kapitalisme riba,” tulisnya.

Dalam unggahan itu, ada sejumlah video yang menunjukkan suasana dan proses transaksi di pasar muamalah.

Di video pertama, menunjukkan proses transaksi pedagang dengan pembeli yang hendak membeli kaos seharga 1 dirham.

“Ini 1 atau 2 (dirham) ini?” tanya pembeli.

“Ini 2 dirham,” timpal penjual.

Selanjutnya, terlihat seorang penjual yang menjelaskan harga-harga peci yang dijualnya.

“Ya, peci Turki. Ini setengah dirham. Kalau 1 dirham dapat 2,” ujar pedangang yang dituliskan bernama Nopi itu.

Nopi mengaku, dirinya tidak pernah menyimpan koin dinar dan dirham yang didapatnya.

Melainkan langsung dibelanjakan untuk kebutuhan lainnya, juga di pasar tersebut.

“(Beli) Beras. Barusan saya beli 10 kilo beras, 2 dirham,” ungkapnya.

Terlihat, sejatinya tidak banyak pedagang dan masyarakat yang ada di pasar muamalah.

Diduga, pasar tersebut tidak berlangsung setiap hari, melainkan hanya di waktu-waktu tertentu saja.

Terlihat pula sejumlah barang dagangan diperjual-belikan di pasar yang lebih menyerupai bazzar itu.

Sementara, pedagang lainnya yang dituliskan bernama Adit, mengaku senang bertransaksi tidak menggunakan Rupiah.

Ia mengaku bahwa baru kali ini dirinya bertransaksi menggunakan dirham.

“Rasanya seneng banget dapet gini (dirham). Karena uang beneran ini kan. Uang beneran,” ujarnya.

Pemilik akun @Pencerah__ menyebut, pasar muamalah adalah Zaim Zaidi yang diduga tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Penggeraknya adalah Zaim Zaidi (diduga HTI) yang anti terhadap sistem finansial saat ini yang dianggapnya sebagai kapitalisme riba,” tulisnya.

Diungkap bahwa sosok Zaim Zaidi juga pernah mengajak masyarakat menarik semua uang besar-besaran (rush money) di bank konvesional.

Hal ini, sebut akun @Pencerah__ hanya akal-akalan untuk melumpuhkan keuangan negara.

“Yang bertujuan untuk melumpuhkan keuangan negara dan merusak ekonomi nasional,” jelasnya.

Disebutkan pula bahwa pasar-pasar muamalah itu berada dalam otoritas Amirat Nusantara yang dipimpin oleh Zaim Saidi.

“Ia dikenal sebagai pelopor gerakan kembalinya koin dinar emas dan dirham perak di Indonesia,” katanya.

Dalam video yang diunggahnya itu, terlihat seseorang tengah memberikan dorongan agar segera memberlakukan dinar dan dirham sebagai mata uang untuk segala macam transaksi.

“Dinas dan dirham yang kita bicarakan ini tidak ada artinya kalau hanya berhenti di dalam ruang ini saja,” kata pria dalam video tersebut.

“Dinar dan dirham harus segera bergemerincing di Kota Ternate. Dan Anda semua yang harus memulainya,” sambung pria itu.

Yang cukup mengejutkan adalah di Bekasi dimana sudah terdapat toko dan pasa khusus muamalah.

Ironisnya, keberadaan tokok dan pasar muamalah di Bekasi malah mendapat izin dari pemerintah setempat.

Disebutkan, Muamalah Mart Bekasi berada di Jalan Raya Narogong, RT 001/005, Bantargebang, Kota Bekasi.

Untuk mendukung keberadaan toko dan pasar muamala di Bekasi, juga terdapat Wakala Hamdalah Bekasi.

Di tempat ini, masyarakat bisa menukarkan uang Rupiah menjadi dinar dan dirham.

“Ini sih bukan nukar, tapi kalian jual Wajah menyeringai,” tandas akun tersebut.

Sumber: pojoksatu.id
Editor: Ari