Waktu Tinggal 2 Bulan, Serapan Anggaran Muarojambi Hanya 65,9 Persen

Waktu Tinggal 2 Bulan, Serapan Anggaran Muarojambi Hanya 65,9 Persen
Kabid Perbendaharaan BPKAD Muarojambi Irvan Kurniawan (Raden Romi/ BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Muaro Jambi tahun 2019 masih belum terserap secara maksimal. Realisasi serapan anggaran terhitung hingga Senin (11/11) baru mencapai 65,9 persen dari Rp1.5 Triliun total APBD Muaro Jambi.

" Serapan anggaran hingga hari ini berada pada realisasi 65,9 persen dari Rp1,5 Triliun APBD Muaro Jambi," kata Kabid Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Muaro Jambi, Irvan Kurniawan, Selasa (12/11/19).

Irvan sendiri tidak bersedia memberikan pendapat terhadap capaian realisasi serapan APBD Muaro Jambi. Beliau beralasan bukan kapasitasnya untuk mengomentari capaian tersebut.

"Dengan angka capaian itu, orang sudah tahu juga. Lagi pula bukan kapasitas saya mengomentari itu," ujarnya.

Irvan mengatakan, waktu yang tersisa pada tahun anggaran 2019 tinggal dua bulan lagi. Dalam kuran waktu tersebut diharapkan realisasi keuangan bisa maksimal.

"Ya, tinggal dua bulan. Biasanya tidak lama lagi para kontraktor akan mengajukan pencairan. Mudah-mudahan terserap maksimal," katanya.

Irvan turut menginformasikan bahwa realisasi dana transferan dari pemerintah pusat sudah hampir seluruhnya masuk ke kas daerah. Dana transferan yang belum masuk saat ini hanya tersisa sekitar Rp170 Miliar. Anggaran yang belum masuk itu merupakan Dana Alokasi Umum yang rutin ditransfer pemerintah pusat setiap bulan.

"Yang belum ditransfer tinggal DAU untuk Desember. Akhir November ini DAU itu akan ditransfer," ujarnya.

Irvan menyebut, selama ini transferan DAU dari pemerintah pusat selalu berjalan lancar. Hal itu tidak luput dari kinerja BPKAD Muaro Jambi yang rutin mengirimkan laporan simpatik dan sinergi kepada pemerintah pusat.

"Laporan simpatik dan sinergi selalu kirim tepat waktu. Makanya, DAU untuk Muaro Jambi selalu lancar," ujarnya. 

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi