Warga Makmur Jaya Kecewa Jembatan Penghubung Dua Desa Gagal Dibangun

Warga Makmur Jaya Kecewa Jembatan Penghubung Dua Desa Gagal Dibangun
Kondisi jembatan Makmur Jaya (Heri/Brito.id)

BRITO.ID BERITA TUNGKAL - Pembangunan jembatan sepanjang 50 meter yang menghubungkan Desa Makmur Jaya dan Desa Sungai Terap gagal dibangun. 

Gagalnya pembagunan yang bersumber dari APBDP 2019 sebesar dengan nilai pagu sebesar Rp250 juta, mulai dipertanyakan berbagai kalangan. Bahkan menjadi keluhan masyarakat didua Desa. 

Dari pantauan lokasi jembatan yang kala ini masih berkonstruksi berbahan kayu berukuran lebar 1 meter merupakan sarana utama warga 2 desa.

Meskipun ukuran sangat kecil dan sederhana, jembatan dibangun sejak puluhan tahun silam tetap digunakan warga untuk menuju ke Pasar. 

Kondisi jembatan sangat memprihatinkan. Tak jarang warga jatuh di tengah jembatan saat melintas menggunakan kendaraan roda dua. Apalagi saat hari pa8sar mingguan, jembatan dilintasi ratusan warga yang berbelanja memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ketua RT 01 Desa Makmur Jaya, Abu Rizal menceritakan sebulan yang lalu, perwakilan kontraktor sudah datang ke lokasi dengan membawa material jembatan. Namun, setelah itu kontraktor tidak pernah muncul kembali.

"Padahal material sudah diantar, kami yang membongkar. Tapi sampai sekarang tidak jadi dibangun, malah materialnya dibawa lagi, kan aneh," ujar Ketua RT.

Senada dikatakan Aleyasa Warga Desa Makmur Jaya, Aleyasa bahwa dirinya sangat kecewa dengan tidak jadi dibangun jembatan tersebut. Harusnya, jembatan tersebut cepat dibangun karena jembatan sudah tidak layak lagi.

"Jembatan baiknya segera dibangun, tolong jadikan. Untuk perwakilan kita di DPRD nih cepatlah didesak dibangunkan. Sudah ada kurang lebih 3 bulan yang lalu orang jatuh berselisihan di atas jembatan," keluhnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Tanjab Barat Syufrayogi Saiful tegas meminta, kepada pihak terkait khususnya Dinas Perkim Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk turun meninjau lokasi. 

"Turun ke lapangan dan dilihat apa kendalanya. Sayang karena sudah melalui proses yang panjang. Karena itu adalah kebutuhan masyarakat sebagai akses yang cukup Central lalu lalang masyarakat," ujarnya. 

Apabila memang ada pembatalan dari kontraktor, itu sangat disayangkan. Dan harus perusahaan tersebut di blacklist.

"Khususnya Kepala Dinas Perkim Cipto Hamonangan untuk mengklarifikasi atas pembatalan pembangunan jembatan tersebut jembatan tersebut," tutupnya. (RED)

Kontributor : Heri Anto