Wow! 40 Persen Perusahaan di Talangduku Diduga Tak Penuhi Standar Pengelolaan LB3

Wow! 40 Persen Perusahaan di Talangduku Diduga Tak Penuhi Standar Pengelolaan LB3
Kadis LH Muarojambi Firmansyah SKM MH. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Sesuai PP Nomor 101 Tahun 2014 tentang pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (LB3), perusahaan harus memiliki Izin Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3. 

Namun dilapangan banyak perusahaan yang tidak mematuhi aturan bahkan ada perusahaan yang tidak memiliki Izin TPS Limbah B3 sama sekali.

Mirisnya, sekitar 40 persen perusahaan yang beroperasi di Talangduku, Kecamatan Taman Rajo, Muarojambi tidak memenuhi standar pengelolaan LB3.

Beberapa Perusahaan yang diduga tidak memenuhi aturan pengelolaan limbah seperti PT Sabang Raya Shipyard. 

Perusahaan ini diduga belum memiliki Izin LB3 sesuai aturan dan tidak memiliki laporan berkala pengelolaan LB3. 

Sementara PT Kumala Bahari Dockyard diduga belum memiliki TPS LB3 sesuai aturan, sehingga LB3 yang dihasilkan dari operasional perusahaan belum terkelola dengan baik.

Kadis LH Muarojambi Firmansyah SKM MH, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa masih banyak perusahaan yang masih melanggar sistem pengelolaan LB3.

"Iya benar memang masih banyak perusahaan yang seperti itu, untuk itu saya juga akan mengambil tindakan tegas atas ketidakpatuhan mereka (perusahaan, red), mulai Senin depan DLH Muarojambi akan melakukan pembenahan sistem LB3 mereka," ujar Firmansyah Selasa (13/8/19).

Lebih lanjut, Firman mengatakan bahwa pihak DLH tidak akan segan segan untuk memberikan sanksi kepada perusahaan tersebut, mulai dari sanksi administratif hingga penghentian operasi perusahaan.

"Jadi tindakan itu kami agendakan Revitalisasi Perizinan dan Pengelolaan LB3 dan limbah domestik. Jika perusahaan terbukti melanggar maka kami jatuhi sanksi administratif hingga sanksi berat lainnya agar tujuannnya semua perusahaan memenuhi aturan pengelolaan LB3 yang disaratkan oleh PP yang ada," pungkas Firman. (RED)

Kontributor : Romi