76 Tahun Polemik Tapal Batas Bungo-Jambi dan Dharmasraya-Sumbar, Akhirnya Tuntas

Akhirnya setelah melalui waktu yang panjang bahkan hingga 76 tahun lamanya, perbatasan Bungo-Jambi dan Dharmasraya Sumbar diselesaikan meja perundingan. Bertempat di Hotel Best Wertern Plus Kemayoran Jakarta Pusat penandatanganan kesepakatan tapal batas dilakukan. 

76 Tahun Polemik Tapal Batas Bungo-Jambi dan Dharmasraya-Sumbar, Akhirnya Tuntas
Penandatanganan kesepakatan tapal batas Bungo dan Dharmasraya-Sumbar dilakukan Wabup Apri dan Sekda Dharmasraya. (Brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Akhirnya setelah melalui waktu yang panjang bahkan hingga 76 tahun lamanya, perbatasan Bungo-Jambi dan Dharmasraya Sumbar diselesaikan meja perundingan. Bertempat di Hotel Best Wertern Plus Kemayoran Jakarta Pusat penandatanganan kesepakatan tapal batas dilakukan. 

Wakil Bupati Bungo Safrudin Dwi Aprianto membubuhkan tanda tangannya, Kamis (4/3), bersama Sekda Dharmasraya. Disaksikan Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Jambi dan Sekda Bungo Mursidi. Sementara saksi yakni Darmawan, Kepala Bagian Administrasi Batas Wilayah Provinsi.

Kadis Kominfosandi Kabupaten Bungo Zainadi yang menghadiri rapat menjelaskan pada awal rapat sempat terjadi adu argumentasi dari masing-masing pihak tentang titik tapal batas.

"Namun Kabupaten Bungo memiliki data dan fakta yang otentik, dan hasil rapat sebelumnya tepatnya pada tanggal 15 Nopember 2019 di Kantor Gubernur Jambi yang juga dihadiri oleh kedua belah pihak," katanya, Kamis (4/3).

Hingga finalnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Dharmasraya dapat menerima seluruh tawaran yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bungo. 

"Hampir 6 jam rapat baru ketemu kesepakatan kedua belah pihak dan langsung di tandatangani," pungkasnya.

Wakil Bupati Bungo Apri menyampaikan semenjak merdeka tahun 1945 sampai kini nyaris 76 Tahun baru disepakati tapal batas. Dilakukan dengan ditandatangani kesepakatan titik batas antara Kabupaten Bungo Provinsi Jambi dengan Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat.

"Ditandatanganinya kesepakatan ini diharapkan dapat diterima oleh masyarakat khususnya yang berada di wilayah daerah perbatasan, batas yang ditandatangani tadi mulai dari Dusun Bukit Sari Kecamatan Jujuhan ilir sampai dengan Dusun Rantau Tipu Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang tepatnya sampai ke Danau Gunung Tujuh berbatasan dengan Kabupaten Kerinci dengan jaraknya hampir 110 KM," paparnya.

Sehingga masyarakat tidak ragu dalam berusaha dan dapat menjaga silaturohmi serta persaudaraan antar sesama.

Ciptakan kondisi yang kondusif ditengah masyarakat khususnya yg berada di daerah perbatasan.

"Ini hanya batas administratif saja bukan merubah hak dan kepemilikan lahan dan aset yg masyarakat punya, semoga dengan ditandatanganinya kesepakatan ini menjadi keberkahan bagi kemaslahatan masyarakat semua terutama untuk pemerintahan kedua belah pihak tidak ragu lagi untuk meletakkan pembangunan di daerah," pungkasnya.

Turut hadir dalam rapat dan pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bungo Drs.Mursidi, MM, Asisten Tata Pemerintahan Zulpadli, SE, Kabag Pemerintahan Setda Bungo Haspadillah,S.Ag, MM, Kabid Sapras Bappeda Bungo Sastra. (Red)