Bawahannya Terjerat Narkoba, Wabup Muarojambi Bakal Tes Urine Seluruh ASN

Bawahannya Terjerat Narkoba, Wabup Muarojambi Bakal Tes Urine Seluruh ASN
Ilustrasi

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Dalam beberapa bulan terakhir ada tiga ASN di Pemkab Muarojambi yang terciduk gegara kasus penyalahgunaan narkotika. Pemberitaanya pun wara-wiri di berbagai media.

"Cukup miris kita mengamati kejadian yang menimpa beberapa ASN Muarojambi yang tertangkap karena penyalahgunaan narkoba ini," kata Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Muarojambi Bambang Bayu Suseno (BBS) kepada BRITO.ID, Jum'at (13/12/19).

Politisi yang juga menjabat Wakil Bupati Muarojambi ini tentu tak ingin preseden buruk disematkan kepada Pemkab Muarojambi.

Beberapa langkah antisipatif dan pencegahan peredaran Narkoba di kalangan ASN akan dilakukan, salah satunya dengan melakukan tes urine.

Namun sayangnya, kegiatan tes urine tersebut belum bisa dilakukan hingga akhir tahun ini. Masalahnya, kata BBS, fungsi BNK mengalami perubahan di pertengahan tahun.

"Ada perubahan (fungsi BNK), awalnya kan di Bagian Kesra. Nah, di pertengahan tahun ada peraturan menteri yang mengalihkan fungsi BNK ke Kantor Kesbangpol. Kegiatan tes urine kita stop dulu, tahun depan baru akan kita laksanakan," ujarnya.

Bambang mengatakan, anggaran tes urine sebenarnya sudah tersedia di Bagian Kesra. Namun, karena adanya pengalihan fungsi, anggaran yang tersedia itu tidak termanfaatkan.

"Sebenarnya bisa kita laksanakan, cuman agak rumit dan berpotensi bermasalah. Kita putuskan dihentikan dulu, tahun depan baru kita lanjutkan," ujarnya.

Bambang menjelaskan, BNK Muarojambi masih tahap persiapan sehingga peran dan fungsinya masih sebatas melakukan pencegahan. BNK Muarojambi belum bisa melakukan penindakan.

"Kalau untuk melakukan penindakan belum bisa, kecuali kalau BNK kita sudah vertikal. Maka keanggotaannya akan dilengkapi personil kepolisian dan termasuk kepala organisasinya," kata BBS.

Bambang sendiri meyakini bahwa ASN Muarojambi yang terindikasi menggunakan narkotika masih ada. Karena itu, beliau mengimbau para ASN yang terlibat sebagai pemakai itu berhenti dan menjauhi barang haram tersebut.

"Sewaktu tes urine yang dulu, saya sempat perintahkan agar seluruh anggota Pol PP mengikuti tes urine. Faktanya, satupun tidak ada yang ikut. Itu sudah merupakan indikasi," kata Bambang Bayu Suseno.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi