Dewan Desak Pemkab Muarojambi Segera Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Sampai saat ini, kegiatan pembelajaran untuk tingkat SD hingga SMP di Muarojambi masih dilakukan secara Daring.

Dewan Desak Pemkab Muarojambi Segera Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Anggota DPRD Muarojambi Ulil Amri (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Sampai saat ini, kegiatan pembelajaran untuk tingkat SD hingga SMP di Muarojambi masih dilakukan secara Daring. 

Pemerintah Kabupaten Muarojambi belum berani mengambil keputusan untuk memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).  

Hal ini mendapat atensi dari anggota DPRD Muarojambi Ulil Amri. Menurut Politisi PAN tersebut, Pemkab harus berani mengambil keputusan agar segera melaksankan PTM di sekolah.

"Pemkab Muarojambi harus berani ambil keputusan untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah," kata Ulil Amri.

Menurut Ulil dan berdasarkan aspirasi yang didapatnya melalui curhatan orangtua dan para murid, mereka sangat menginginkan  agar segera dilaksanakan PTM. Anak-anak, kata Ulil,  sudah bosan belajar Daring.

"Anak-anak sudah bosan belajar daring karena dianggap tidak efektif. Sudah hampir setahun anak anak belum pernah ketemu guru-guru di sekolah. Justru dengan daring, anak-anak berkerumun tanpa terkontrol," kata Ulil.

Sebagai pria yang pernah menjabat Kadis Pendidikan di Muarojambi, Ulil berharap Pemkab juga memperhatikan aspek psikologis siswa. Terlalu lama belajar daring juga bisa mempengaruhi anak-anak di Muarojambi. Selain itu, dengan kondisi yang ada sekarang, beberapa Kabupaten di Jambi sudah sudah ada yang melaksanakan PTM.

"Kabupaten Batanghari , Sarolangun dan Tebo juga sudah belajar tatap muka. SMA dan SMK se-propinsi Jambi juga sudah mulai belajar tatap muka terus Madrasah di Muarojambi juga sudah tatap muka. Kenapa di Muarojambi belum melaksanakan PTM padahal Muarojambi bukan lagi zona merah. Malah beberpa kecamatan sudah zona Hijau," kata Ulil.

"Pemerintah harus berani mengambil keputusan," timpal Uli.

Tentu saja, lanjut Ulil, ada beberapa kebijakan atau skenario pelaksanaan PTM. Perlu pilot projects atau dilakukan sampling pelaksanaanya. 

"PTM secara bertahap dan jumlah jam dan hari yang tidak penuh dengan penerapan protokol kesesehatan yang ketat dan pengawasan yang ketat juga. Artinya, jika Pemkab serius tentu hal ini bisa diaplikasikan," kata Ulil.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dirilis Tim Satgas COVID-19 Jambi Kamis 18 Februari 2021, secara kumulatif ada 569 kasus konfirmasi di Muarojambi. 

Dari jumlah tersebut, 498 di antaranya dinyatakan sembuh, dan sisanya 71 orang masih menjalani proses isolasi. Sedangkan untuk kasus kematian tercatat sebanyak 3 kasus. Muarojambi saat ini masuk kategori zona oranye alias zona dengan risiko sedang penyebaran COVID-19.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi