Begini Cara Mantan Mensos Ini Sembunyikan Duit Hasil Korupsi Bansos

Rekonstruksi gelar perkara kasus bantuan sosial Covid-19 yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara telah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Begini Cara Mantan Mensos Ini Sembunyikan Duit Hasil Korupsi Bansos
Juliari Batubara. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Rekonstruksi gelar perkara kasus bantuan sosial Covid-19 yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara telah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terungkap sejumlah fakta terkait kasus tersebut. Diantaranya yakni penyerahan uang suap yang dilakukan di beberapa lokasi, satu di antaranya dimasukkan ke dalam gitar di ruang karaoke.

Tim penyidik diinformasikan mengungkap penyerahan uang senilah Rp500 juta terkait penyediaan bansos penanganan Covid-19.

Diketahui penyerahan dilakukan di wilayah Jabodetabek pada 2020 lalu. Lokasi penyerahan di antaranya ruang kerja Pejabat Pembuat Komitmen Kementrian Sosial.

Diinformasikan bahwa uang dikirim sebanyak lima kali. Setiap pengiriman diketahui mempunyai nilai sebesar Rp100 juta.

"Saya enggak mungkin menyerahkan di bawah Rp100 juta," tutur Harry.

Selain itu, penyerahan uang sebesar Rp180 juta juga terjadi di Ruang Sekretariat lantai 5 Gedung Kementerian Sosial.

Diketahui kembali, pemberian uang suap senilai Rp150 juta yang disembunyikan di dalam gitar.

Penyerahan sendiri terjadi di Boscha Cafe pada Agustus 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat 109 rekanan penyedia bansos bahan kebutuhan pokok atau sembako untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Secara total terdapat 14 tahap paket kontrak yang dikerjakan oleh ratusan rekanan tersebut.

Masing-masing rekanan mendapat kuota dan nilai paket yang berbeda, mulai dari puluhan juta hingga ratusan miliaran rupiah.

Sumber: Tribunnews.com
Editor: Ari