Bejat! Ayah Setubuhi Anak Kandung Tiga Kali dan Diancam Pakai Golok

Bejat! Ayah Setubuhi Anak Kandung Tiga Kali dan Diancam Pakai Golok
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Muarojambi Bambang Harmoko (Romi/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Bejat sekali kelakuan HR (33), Warga RT 01 Desa Nyogan Kec. Mestong Muarojambi. Dia tega merusak masa depan anak kandungnya sendiri sebut saja Melati (11) jadi tempat pelampiasan nafsunya. 

Tak tanggung-tanggung, perbuatan cabul tersebut dilakukan sampai berkali kali. Saat ini, HR hanya bisa menunduk lesu karena ditarik aparat kepolisian dari Polres Muarojambi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Saat ini berkasnya sudah dilimpahkan tahap pertama ke Kejaksaan Negeri Muarojambi.

"Saat ini berkas pelaku sudah dilimpahkan tahap pertama ke Kejari Muarojambi pada 30 Juli lalu," ungkap Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Muarojambi Bambang Harmoko, Selasa (6/8).

Diceritakan Bambang, menurut berkas yang diserahkan polisi, perbuatan tak senonoh HR dilakukan sebanyak tiga kali.

Pemerkosaan pertama kali dilakukan pada bulan Januari 2019, yang kedua dilakukan pada bulan Maret dan terakhir di bulan Mei tahun yang sama. Pelaku selalu melancarkan aksinya saat tengah hari saat istrinya tak ada di rumah. Perkosaan yang pertama dilakukan di kamar anaknya. 

Yang kedua dan terakhir di kebun karet di belakang rumahnya. Sebelum disetubuhi korban selau diancam agar tidak menceritakan kejadian ini.

"Bahkan korban sempat diancam dengan golok. Korban diancam akan dihabisi dengan golok tersebut apabila menceritakan peristiwa tersebut kepada orang lain dan tidak mau melayani nafsu bejatnya," papar Bambang.

Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatan yang dilakukannya tersebut hanya untuk memuaskan nafsu berhubungan badan saja. Korban ini merupakan anak ketiga dari istri kedua pelaku. 

Namun sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga. Perbuatan pelaku ini terbongkar saat ibu korban bernama YA (32) melihat anaknya sedang murung dan pucat sambil kesakitan dan memegang kemaluannya di dalam kamar. 

Saat itu juga YA langsung bertanya dan melakukan pengecekan ke rumah sakit. Melihat hasil tersebut, YA langsung menceritakan kejadian ini kepada Ketua RT dan Kepala Dusun setempat. 

"Setelah itu mereka langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi," sebut Bambang.

Usai mendapat laporan, pihak Satuan Reskrim Polres Muaro Jambi langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Pelaku ditangkap pada 25 Juni 2019 lalu, sekitar pukul 23.50 WIB di kediamannya. 

Beberapa barang bukti turut diamankan berupa baju pelaku dan baju korban, serta sebilah golok. Pelaku disangkakan Pasal 76 D junto Pasal 81 ayat 1,2 dan 3 UU nomor 17 tahun 2016. 

"Ancamannya maksimal 15 tahun penjara ditambah sepertiga. Dikarenakan pelaku merupakan ayah kandung," pungkas Bambang. (RED)

Kontributor : Romi R