Dandim 0419 Tanjab Sebut Kurangnya Budaya Goro Faktor Meningkatnya Karhutla
BRITO.ID BERITA TUNGKAL - Kurangnya kesadaran dan menipisnya budaya Gotong royong di kalangan masyarakat dinilai menjadi faktor terjadinya karhutla di Tanjab Barat.
Melihat kondisi ini, Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf M Arry Yudistira SIp MI Pol selaku Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Karhutla Tanjab Barat menghimbau kepada masyarakat membudayakan kembali Gotong Royong (Goro) saat membuka lahan.
"Dengan gotong royong, setidaknya bisa menghilangkan perbuatan melanggar hukum membuka lahan daripada dengan dibakar. Maka mari kita tumbuhkan lagi budaya gotong royong seperti dulu. Dimana orang membuka lahan dengan cara bergotong royong. Satu desa gotong royong garap satu lahan, kemudian pindah kelahan lainnya secara bergantian," ungkapnya, Rabu (28/8).
Menurutnya, membuka lahan dengan cara individu dan manual sudah barang tentu dapat menghabis biaya dan tenaga, itu sebabnya para pelaku mengambik langkah salah dengan membakar.
"Kalau api sudah membesar, apakah mereka mampu menanggulangi jalur api, tidak, yang ada malah kabur. Jadi kesadarannya nya masih sangat kurang," tegasnya.
"Satu lagi, bagaimanapun banyaknya peralatan kita, apabila tidak ada air saat musim kemarau tentu sangat sulit kebakaran itu ditanggulangi," imbuhnya.
Dansatgas Tanjabbar ini mengatakan, ada tiga wilayah yang masuk dalam kategori rawan Karhutla.
"Untuk wilayah sering terjadinya Karhutla yakni Kecamatan Batang Asam, Betara dan Senyerang," bebernya.
" Hasil dari peneyelidikan oleh tim investigasi dilapangan sambung Dansatgas, 90 persen Karhutla akibat ulah dari manusia," tukasnya. (RED)
Kontributor : Heri Anto

Ari W