Dinas Perkim Tanjab Barat Nekat Tayangkan Kegiatan Fisik di Website, Ini Penjelasannya

Sekretaris Daerah (sekda) Tanjab Barat, telah mengeluarkan instruksi melalui surat edaran tentang proses pengadaan barang/jasa tahun anggaran 2020

Dinas Perkim Tanjab Barat Nekat Tayangkan Kegiatan Fisik di Website, Ini Penjelasannya
Sekda Tanjab Barat Agus Sanusi (ist)

BRITO.ID, BERITA TANJAB BARAT - Sekretaris Daerah (sekda) Tanjab Barat, telah mengeluarkan instruksi melalui surat edaran tentang proses pengadaan barang/jasa tahun anggaran 2020. 

Tapi sayangnya, instruksi tersebut ternyata tidak ditaati oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Tanjab Barat.

Terbukti, Dinas tersebut tetap melakukan launching 74 paket proyek. Ini terlihat di laman situs LPSE Kabupaten Tanjab Barat.

Dalam situs tersebut, terlihat jika paket-paket tersebut ditayangkan pada tanggal 15 April 2020. Padahal, surat edaran sekda dikeluarkan dan diberlakukan terhitung pada 14 April 2020.

Sekda Tanjab Barat, Agus Sanusi mengatakan, dengan dikeluarkannya surat edaran tersebut, dipastikan Pemkab Tanjab Barat melakukan penghentian semua proses kegiatan pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2020. Menurut Sekda, instruksi ini dikeluarkan dengan berbagai pertimbang. 

"Semua kepala OPD diminta menindaklanjuti surat ini, sampai ada hitungan kepastian anggaran," jelas Sekda Agus Sanusi, Selasa (14/4).

Terpisah, terkait penayangan proses pengadaan barang dan jasa di Dinas Perkim, Ketua LPSE Tanjab Barat, Reza Fahlefi, menyatakan dengan tegas terlibat pada proses tersebut.  

Dirinya menyebutkan, jika pihaknya tidak memiliki kaitan dengan penayangan kegiatan baik tender ataupun non tender.

"Kalau non tender itu langsung koneksinya ke LKPP pusat oleh Dinas yang bersangkutan. Mereka punya admin dan akses sendiri. Dilakukan oleh orang yang punya sertifikat kelayakan itu," ungkapnya, Rabu (15/4).

Dijelaskan Reza, untuk kegiatan non tender, tenaga teknis Dinas terkait yang memiliki sertifikat kelayakan, memiliki akses aplikasi LKPP pusat.

"Cuma numpang tayang di website LPSE, tetapi tidak ada kaitanya dengan kami," tukasnya. 

Penulis: Heri Anto

Editor: Rhizki Okfiandi