Duh! Gibran 5 Hari Hilang di Gunung Guntur, Begini Nasibnya Kini

Pendaki yang sempat hilang selama lima hari di Gunung Guntur, Garut, Muhammad Gibran Arrasyid, menceritakan kesaksiannya selama hilang tanpa bekal sama sekali. Bocah 14 tahun itu menceritakan kesaksiannya kepada Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, yang menjenguknya di rumah sakit. Kepada Helmi, Gibran mengaku selama hilang ia minum air sungai dan memakan dedaunan. Ia mengaku diberi makan oleh tiga perempuan tua misterius. Namun karena takut, ia memilih tidak memakan nasi dan ikan yang diberi oleh mereka.

Duh! Gibran 5 Hari Hilang di Gunung Guntur, Begini Nasibnya Kini
Tim pencari Gibran (ist)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Pendaki yang sempat hilang selama lima hari di Gunung Guntur, Garut, Muhammad Gibran Arrasyid, menceritakan kesaksiannya selama hilang tanpa bekal sama sekali.

Bocah 14 tahun itu menceritakan kesaksiannya kepada Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, yang menjenguknya di rumah sakit.

Kepada Helmi, Gibran mengaku selama hilang ia minum air sungai dan memakan dedaunan. Ia mengaku diberi makan oleh tiga perempuan tua misterius. Namun karena takut, ia memilih tidak memakan nasi dan ikan yang diberi oleh mereka.

"Ada yang memberi makan. Nasi pakai ikan. (Diberi oleh) perempuan tua tiga orang," ujar Gibran.

Setelah diberi makan, lanjut Gibran, tiga perempuan tua sempat mengajaknya bermain ke rumah mereka. Gibran pun mengaku sempat menuruti ajakan mereka, namun di tengah perjalanan, ia terjatuh. Saat ia terjatuh, tiga perempuan tua itu menghilang.

Menurut Gibran, apa yang disaksikannya itu terjadi saat ia berada di dekat Curug Cikoneng. Ia sendiri tak tahu mengapa ia berada di sana, padahal sebelumnya ia tidur di tenda di Pos 3 Gunung Guntur.

"Pas bangun saya sudah di air terjun (Curug Cikoneng, -red)," katanya.

Saat berada di Curug Cikoneng, sesudah bertemu tiga perempuan yang memberinya makan, Gibran menyaksikan beragam binatang, antara lain biawak, budaya, dan kera.

"Tapi tidak menganggu saya," katanya.

Menjelang ditemukan tim SAR, Gibran mengaku berjumpa dengan lima orang dalam kondisi yang berbeda-beda.

“Hanya lewat saja ada yang nangis, ada yang tersenyum, tetapi hanya selintas saja, mereka ada yang menggunakan pakaian putih, ada juga merah, tapi saya sama sekali tidak takut,” kata Gibran.

Menjelang ditemukan tim SAR, Gibran mengaku berjumpa dengan lima orang dalam kondisi yang berbeda-beda.

“Hanya lewat saja ada yang nangis, ada yang tersenyum, tetapi hanya selintas saja, mereka ada yang menggunakan pakaian putih, ada juga merah, tapi saya sama sekali tidak takut,” kata Gibran.

Seperti diketahui, Gibran dinyatakan hilang pada Minggu (19/9/2021) saat mendaki bersama kawan-kawannya yang berjumlah 14 orang.

Sumber: Indozone
Editor: Ari