Edi Purwanto Desak Pinang dan Kayu Manis Masuk Komoditas Strategis untuk Sejahterakan Petani

Edi Purwanto Desak Pinang dan Kayu Manis Masuk Komoditas Strategis untuk Sejahterakan Petani
Edi Purwanto (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI – Anggota DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto, menyoroti pentingnya memasukkan komoditas pinang dan kayu manis ke dalam kategori komoditas strategis nasional. Hal ini disampaikan Edi dalam pembahasan RUU Komoditas Strategis di Senayan, baru-baru ini.

Menurut Edi, pinang dan kayu manis merupakan komoditas unggulan yang selama ini menopang perekonomian masyarakat, khususnya di Provinsi Jambi. Namun, fluktuasi harga yang tidak menentu membuat kesejahteraan petani belum terwujud secara maksimal.

“Pinang Betara dari Tanjung Jabung Barat adalah pinang terbaik di dunia. Saat ini diekspor ke India, Pakistan, Bangladesh, dan Timur Tengah. Tapi setelah panen, harga sering tidak menentu. Kesejahteraan petani akhirnya hanya menjadi mimpi belaka,” ujar Edi Purwanto.

Edi memaparkan, luas lahan pinang di Indonesia mencapai 147.890 hektare. Sebagian besar berada di Sumatera seluas 95.566 hektare, Nusa Tenggara dan Bali 42.388 hektare, Kalimantan 4.475 hektare, Sulawesi 2.407 hektare, serta Maluku dan Papua 1.656 hektare. Sementara untuk kayu manis, penyebarannya banyak terdapat di Jambi, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan.

Meski Indonesia menjadi salah satu eksportir terbesar pinang dunia setelah China, Vietnam, Sri Lanka, dan Madagaskar, persoalan serius masih menghantui. Edi menegaskan perlunya regulasi hilirisasi agar nilai tambah bisa dirasakan oleh petani di dalam negeri.

“Selama ini budaya ekspor barang mentah masih terus terjadi. Kita berharap dengan jalur regulasi yang jelas, semangat hilirisasi yang digaungkan Presiden bisa diwujudkan. Tujuan kita melindungi dan menyejahterakan rakyat, khususnya petani pinang dan kayu manis,” tambahnya.

Edi pun berharap, dengan masuknya pinang dan kayu manis dalam kategori komoditas strategis, regulasi hilirisasi bisa terealisasi sehingga mampu membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan petani di Jambi dan Indonesia pada umumnya.

Penulis: Ari Widodo