Polemik Tarif Parkir RSUD H Hanafie, Tokoh Masyarakat Bungo Desak Transparansi

Polemik Tarif Parkir RSUD H Hanafie, Tokoh Masyarakat Bungo Desak Transparansi
Indra Sakti saat memimpin demo

BRITO.ID, BERITA BUNGO – Polemik soal tarif parkir di RSUD H Hanafie Muara Bungo kembali menjadi sorotan publik. Kebijakan tersebut dinilai tidak berpihak kepada keluarga pasien yang setiap hari harus menanggung biaya tambahan ketika menjaga kerabat mereka di rumah sakit daerah tersebut.

Tokoh masyarakat Bungo, Indra Sakti, angkat bicara. Menurutnya, penetapan tarif parkir semestinya tidak dilakukan sepihak oleh pengelola, melainkan harus jelas mengacu pada regulasi resmi.

“Seharusnya dipastikan kembali tarif parkir itu menggunakan regulasi perda. Yang menentukan itu adalah Pemkab, bukan pengelola parkir. Kalau mereka buat tarif semaunya saja, jelas bisa memberatkan keluarga pasien,” tegas Indra, Selasa (2/9/2025).

Indra kemudian membandingkan skema parkir di sejumlah rumah sakit lain di Indonesia. Menurutnya, di banyak daerah, tarif parkir sudah diatur dengan batas maksimal per hari bahkan ada paket khusus rawat inap sehingga tidak memberatkan.

Sebagai contoh, RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Margonda menerapkan tarif mobil Rp 5.000 pada jam pertama dan Rp 5.000 pada jam berikutnya, dengan maksimal Rp 30.000 per hari. Untuk motor, tarifnya Rp 2.000 per jam dengan maksimal Rp 15.000 per hari.

Bahkan, RS Sulawesi Barat telah menerapkan sistem paket parkir harian hingga paket rawat inap lima hari. Untuk mobil, paket lima hari hanya Rp 45.000, sedangkan motor Rp 20.000.

Perbandingan itu membuat dia heran mengapa RSUD H Hanafie tidak meniru skema yang lebih berpihak kepada masyarakat.

“Kenapa di Bungo tidak ada tarif paket lima hari dan maksimal pembayaran parkir? Kalau dihitung kelipatan jam, keluarga pasien bisa bayar sampai puluhan ribu. Itu jelas terlalu membebani, seolah-olah hanya cari untung,” kritiknya.

Tak hanya soal tarif, Indra juga menyoroti minimnya transparansi dari pihak pengelola. Hingga kini, kata dia, masyarakat tidak pernah tahu berapa setoran yang masuk ke BLUD RSUD H Hanafie dari hasil parkir.

“Transparansi tarif parkir dan hasilnya harus terbuka. Pengelola wajib lapor ke publik, jangan sampai menimbulkan kecurigaan,” pungkasnya.

Semisal, ada mobil rata-rata sehari 50 mobil dikalikan Rp3000 dua jam pertama, jika 3 jam berikutnya maka Rp7000. Sehingga perharinya Rp350.000 kalikan saja jika lebih dari itu. Apalagi dropship dan motor. 

"Kita yakin penghasilan dari tarif parkir sangat besar. Jika tranparansi soal ini bisa dijalankan maka, RSUD Hanafie sebagai pusat kesehatan di Jambi barat wajib terwujud. Sejalan dengan cita-cita dari program Dedy Putra - Ustadz Dayat sewaktu kampanye," katanya.

Polemik ini pun memunculkan desakan agar Pemkab Bungo segera turun tangan. Warga berharap tarif parkir di RSUD H Hanafie bisa ditata ulang sesuai aturan dan tidak lagi membebani keluarga pasien yang sedang berjuang mendampingi kerabatnya.

(Red)