Empat Hari Dirawat, PDP Ini Meninggal Dunia

Satu lagi pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal dunia. Pasien berinisial IMS (55) meninggal setelah dirawat dan diisolasi di RSUD Provinsi NTB.

Empat Hari Dirawat, PDP Ini Meninggal Dunia
Foto: Dok. NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases

BRITO.ID, BERITA MATARAM - Satu lagi pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal dunia. Pasien berinisial IMS (55) meninggal setelah dirawat dan diisolasi di RSUD Provinsi NTB.

"Pasien masuk ke IGD RSUD Provinsi pada Rabu, (25/3). Pasien datang diantar keluarga ke IGD setelah pulang dari salah satu Rumah Sakit swasta di Kota Mataram. Pasien dengan riwayat diabetes mellitus, jantung dan hipertensi," ungkap Kelaksa BPBD Provinsi NTB, H Ashanul Khalik dalam keterangannya pada detikcom Minggu (29/3/2020).

IMS meninggal pada Sabtu (28/3) pukul 16.30 WITA. IMS memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.

Khalik mengatakan sejak pertama kali IMS masuk ke RSUD, IMS sudah dalam kondisi lemah dan langsung ditangani secara intensif oleh tim medis. IMS juga mengeluhkan sesak napas, oleh karena itu tim medis melakukan isolasi.

"Pasien terus dilakukan pemantauan serta perawatan. Sabtu siang kemarin, kondisi pasien semakin lemah pada pukul 13.00 WITA. Setelah itu hingga pada pukul 16.00 WITA kondisi pasien semakin melemah dan pada pukul 16.30 WITA pasien dinyatakan meninggal di hadapan keluarga dan tenaga medis," jelasnya.

Khalik mengatakan, IMS tidak memiliki riwayat melakukan perjalanan ke daerah pandemi COVID-19. Meski begitu, pasien sebelum meninggal juga sudah melakukan pemeriksaan swab, namun hasilnya belum keluar hingga saat ini.

"Saat ini kita menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Litbangkes Kemenkes RI. Saya berharap masyarakat tidak berspekulasi dan tidak mengambil kesimpulan sendiri serta tidak berbagi informasi yang belum kita dapatkan kebenarannya bahwa pasien ini meninggal karena COVID-19, terlebih pasien tidak pernah atau tidak punya riwayat bepergian dan tidak punya riwayat kontak juga dengan penderita COVID-19," pungkasnya.

Sumber: detikcom
Editor: Ari