Jadi Miliarder, Warga Desa Kale Komara Diserbu Marketing Diler: Kayak Ini Bisa 5 Brosur Mobil Saya Terima

Warga Desa Kale Komara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), langsung memborong kendaraan mobil hingga motor setelah menerima uang dari ganti rugi lahan bendungan Pammukkulu. Tim marketing dealer kendaraan yang langsung menyerbu warga desa setelah menerima biaya ganti rugi lahan tersebut.

Jadi Miliarder, Warga Desa Kale Komara Diserbu Marketing Diler: Kayak Ini Bisa 5 Brosur Mobil Saya Terima
Tim marketing datangi warga yang mendadak jadi miliarder. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA TAKALAR - Warga Desa Kale Komara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), langsung memborong kendaraan mobil hingga motor setelah menerima uang dari ganti rugi lahan bendungan Pammukkulu. Tim marketing dealer kendaraan yang langsung menyerbu warga desa setelah menerima biaya ganti rugi lahan tersebut.

Pantauan, Jumat (21/5/2021), puluhan orang dari tim marketing datang ke desa itu. Para tenaga marketing kemudian mendatangi kantor desa setempat untuk mengetahui siapa saja warga yang mendadak miliarder sehingga mereka segera membawa brosur ke rumah-rumah warga yang dimaksud.

"Sejak beberapa hari terakhir ramai memang (kedatangan tim marketing)," ujar warga desa, Jalaluddin, kepada detikcom.

Khusus untuk para tim marketing mobil, mereka datang dengan membawa mobil keluaran terbaru mereka sebagai alat untuk promosi kepada warga. Terkait kedatangan tim marketing tersebut, Jalaluddin mengaku bisa menerima 4-5 brosur setiap hari.

"Kayak ini saja bisa 4-5 brosur mobil saya terima. Sekarang tambah juga brosur rumah dari Makassar, untuk investasi katanya," jelas Jalaluddin.

Jalaluddin mengaku tak akan membeli kendaraan lagi karena sebelumnya dia membeli satu unit mobil dan dua unit sepeda motor.

"Mereka sebenarnya terlambat, karena ada juga (tim marketing) memang langsung datang tidak lama setelah warga terima (ganti rugi lahan)," pungkas Jalaluddin.

Sementara itu, seorang tenaga marketing perumahan, Akbar, mengaku dia dan sejumlah rekannya sengaja ditugasi perusahaan mereka di Makassar untuk menawarkan pembelian rumah kepada warga.

"Sejak desa ini ramai diberitakan karena mendadak jadi miliarder, kami sengaja dari Makassar untuk memasarkan beberapa perumahan yang perusahaan kami punya," kata Akbar saat ditemui terpisah.

Ramainya kedatangan tim marketing itu membuat sejumlah warga sempat diingatkan lewat pengeras suara masjid agar mereka lebih mendahulukan pembayaran pajak tanah masing-masing.

Selanjutnya para warga juga diminta lebih berhati-hati karena jangan sampai menjadi korban penipuan oleh orang tak bertanggung jawab.

Sumber: detikcom
Editor: Ari