Karhutla Kian Sulit, Dandim BTH: Petugas Butuh Masker Oksigen

Karhutla Kian Sulit, Dandim BTH: Petugas Butuh Masker Oksigen
Bupati Muarojambi Masnah Busyro bersama Dandim Batanghari Letkol Infanteri J. Hadiyanto. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Tim gabungan dari personil TNI, POLRI, BPBD, dan Manggala Agni dan masyarakat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Kumpeh, Muarojambi. Jumlah luas lahan yang terbakar masih terus bertambah. 

"Saat ini kita masih dalam tahap pemadaman dan beberapa titik ada yang dilakukan pendinginan," kata Dandim 0415/Batanghari Letkol Infanteri J. Hadiyanto di lokasi Karhutla PT BEP Desa Puding Kecamatan Kumpeh Minggu (22/9/19).

Dikatakan Dandim, ada 105 personil TNI yang berjibaku di lapangan dan dibantu personil tambahan dari Yonif 144/Jayayudha Bengkulu. Dari Polri sendiri juga menambah personil sebanyak 50 orang dari Brimob Polda Jambi.

"Kalau untuk jumlah personil sudah cukup namun alat masih kurang," cetus Dansub Satgas Karhutla Jambi ini.

Dipaparkannya banyak kendala dalam proses pemadaman di lapangan. Kondisi angin yang kencang menjadi penyebab api sangat cepat menjalar. 

Kanal air yang kering juga menghambat karena membuat petugas kesulitan mendapatkan sumber air untuk pemadaman api.

"Asap kian tebal dan masker yang ada tidak mampu menahan asap. Kita butuh masker oksigen agar asap tidak tembus dan juga mata tidak perih saat lakukan pemadaman. Masker oksigen akan sangat membantu," papar Dandim. (RED)

Kontributor : Romi R