Kawasan Wisata Candi Muarojambi Sudah Dibuka untuk Umum

Kawasan wisata situs percandian Muarojambi yang berada di desa Muarajambi Kecamatan Marosebo Kabupaten Muarojambi Provinsi Jambi sudah dibuka untuk kegiatan wisata. Kegiatan wisata di sana mulai dibuka sejak akhir pekan lalu.

Kawasan Wisata Candi Muarojambi Sudah Dibuka untuk Umum
Kepala BCPB Jambi Iskandar Ismail (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI- Kawasan wisata situs percandian Muarojambi yang berada di desa Muarajambi Kecamatan Marosebo Kabupaten Muarojambi Provinsi Jambi sudah dibuka untuk kegiatan wisata. Kegiatan wisata di sana mulai dibuka sejak akhir pekan lalu.

"Iya kegiatan atau kunjungan wisata di candi Muarojambi sudah dibuka untuk umum," kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi Iskandar Ismail Senin (20/7/20).

Dibukanya kegiatan pariwisata untuk umum di sana, kata dia, berdasarkan keputusan Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di daerah Muarojambi yakni Bupati Muarojambi. Menilik surat keputusan Bupati Muarojambi selaku ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muarojambi, kegiatan pariwisata di sana dibuka untuk umum sejak 18 Juli 2020.

"Sudah bisa dibuka untuk kunjungan wisata, namun yang bisa memutuskan candi itu bisa atau tidak menerima pengunjung adalah kepala daerah sebagai ketua gugus tugas Covid-19," kata dia.

Kendati telah dibuka untuk umum, namun kegiatan pariwisata di sana tetaplah harus menjalankan protokol COVID-19, di antaranya menyediakan sarana cuci tangan di beberapa titik di areal situs percandian. 

"Tetap harus menjalankan protokol ketat COVID-19," kata dia.

Sementara itu, kepala dinas pariwisata, kepemudaan dan olahraga Muarojambi Indra turut membenarkan bahwa situs percandian sudah bisa dibuka untuk umum. Kata dia, pengelola candi sudah menerapkan protokol ketat COVID-19 di sana.

"Sudah menjalankan protokol ketat seperti area dan fasilitas cuci tangan yang memadai dan tetap menjaga jarak. Dan tentunya pengunjung juga harus menjalankan protokol tersebut seperti memakai masker dan menjaga jarak fisik," kata Indra.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi