Kinerja Moncer, Bank Jambi Jadi Mesin PAD Daerah - Dividen Capai Rp 168,8 Miliar

Kinerja Moncer, Bank Jambi Jadi Mesin PAD Daerah - Dividen Capai Rp 168,8 Miliar
Diskusi Rabuan Series bersama Tim Ahli dan Bank Jambi.

BRITO.ID, BERITA JAMBI – Kinerja Bank Jambi kembali mencuri perhatian. Dalam diskusi “Rabuan Series” (DRS) bersama Tim Ahli Gubernur (TAG) Jambi yang digelar di Mahligai 9 Building, Rabu (12/11/2025), terungkap bahwa penempatan modal pemerintah daerah (Pemda) di Bank Jambi memberikan imbal hasil atau return yang sangat kompetitif, mencapai 16,02 persen, jauh di atas rata-rata bunga deposito bank konvensional yang hanya sekitar 3,5 persen.

Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, MM, dalam paparannya menjelaskan, performa keuangan Bank Jambi hingga September 2025 menunjukkan pertumbuhan yang impresif di berbagai lini.

“Aset kami tumbuh 20,43 persen secara year-on-year (YoY), menjadi Rp 15,15 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 19,29 persen menjadi Rp 10,84 triliun, sementara penyaluran kredit juga tumbuh 2,26 persen menjadi Rp 9,90 triliun,” ujar Khairul di hadapan tim TAG.

Laba bersih Bank Jambi per September 2025 tercatat sebesar Rp 272,14 miliar, naik 3,56 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ikut memperkuat kontribusi Bank Jambi sebagai salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Khairul, sepanjang 2024, total dividen yang dibagikan Bank Jambi kepada para pemegang saham mencapai Rp 168,8 miliar. Dari jumlah tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menerima dividen Rp 41,69 miliar dari setoran modal Rp 256,5 miliar, setara return investasi sekitar 16 persen per tahun.

“Dalam sepuluh tahun terakhir, total akumulasi dividen yang dibagikan Bank Jambi telah mencapai Rp 1,34 triliun. Selain itu, kami juga menyalurkan CSR senilai Rp 59,39 miliar,” jelas Khairul.

Selain mencatat kinerja keuangan yang solid, Bank Jambi juga memperkuat perannya dalam mendorong sektor UMKM daerah. Hingga September 2025, porsi kredit produktif Bank Jambi telah meningkat menjadi 13,64 persen dari total kredit. Outstanding kredit UMKM naik signifikan dari Rp 448 miliar pada 2020 menjadi Rp 1,09 triliun pada 2025.

Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pun terus meningkat. Sejak 2016 hingga September 2025, total penyaluran KUR mencapai Rp 1,5 triliun, dengan sektor terbesar berasal dari pertanian, perburuan, dan kehutanan (66,94 persen), disusul perdagangan besar dan eceran (19,58 persen).

“Kami berkomitmen mendukung digitalisasi UMKM melalui layanan e-Form pengajuan kredit online serta Agen Bank 9 Jambi Laku Pandai,” tambah Khairul.

Dalam forum DRS tersebut, hadir lengkap jajaran direksi dan komisaris Bank Jambi, termasuk Komisaris Utama Dra. Emilia, ME, serta anggota dewan komisaris Ansorullah, SH., MH., Rahayu, SE., M.Sc., Ak., CA., dan Agus Pirngadi, S.Sos.

Sementara dari pihak TAG Jambi, hadir Ketua TAG Syahrasaddin, Ketua Pembina Prof. Ermaya, anggota Dr. Anton Apriantono, Prof. Mukhtar Latief (melalui Zoom), Prof. Suandi, Dr. Ridwansyah, Dr. Agoes, Arpani, M.Si., Thamrin Bachri, M.Si., Yulfi Alfikri, M.Ap., dan Muawwin, MM.

Ketua TAG Jambi, Syahrasaddin, menyambut baik paparan tersebut dan menyebut data yang disampaikan akan menjadi bahan kajian dan rekomendasi untuk Gubernur Jambi.

“Paparan Bank Jambi menunjukkan arah yang positif. Kami akan pelajari lebih dalam sebagai bahan laporan strategis kepada Gubernur,” ujar Syahrasaddin.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pendalaman sejumlah isu strategis terkait peran bank daerah dalam memperkuat perekonomian Jambi.

(Ado)