Kronologi SAD Bungo Serang Mapolsek Pelepat Jambi

Kapolres Bungo AKBP Januario Jose Morais mengonfirmasi soal penyerangan di Polsek Pelepat oleh ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) Bungo, Jambi, Selasa (19/6/2018) pukul 18.00 WIB. Dalam peristiwa itu, sejumlah kaca pecah berserakan dan beberapa bagian kantor polsek rusak. Sementara lima pelaku penyerangan dilumpuhkan petugas dengan timah panas

Kronologi SAD Bungo Serang Mapolsek Pelepat Jambi

BRITO.ID - BUNGO. Kapolres Bungo AKBP Januario Jose Morais mengonfirmasi soal penyerangan di Polsek Pelepat oleh ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) Bungo, Jambi, Selasa (19/6/2018) pukul 18.00 WIB. Dalam peristiwa itu, sejumlah kaca pecah berserakan dan beberapa bagian kantor polsek rusak. Sementara lima pelaku penyerangan dilumpuhkan petugas dengan timah panas.

Januario menjelaskan, motif penyerangan dipicu konflik antara kelompok SAD dari Pasir Putih Bungo dengan Merangin. Ketegangan kedua kelompok sudah berlangsung sejak dua bulan lalu saat terjadi kesalahpahaman.

BACA JUGA

Dia mengatakan, kronologi berawal saat warga dari Pasir Putih menanyakan soal denda adat yang belum dibayarkan oleh warga Merangin. Denda tersebut bermula saat suku dari Merangin bersilaturahmi ke Pasir Putih. Ketika bertamu waktu itu, keluar kata-kata dari SAD Merangin yang menyinggung warga Pasir Putih.

Hasil mediasi, SAD Bungo menuntut ganti rugi. Terjadi kesepakatan antara kedua kelompok. SAD Merangin harus membayar denda Rp10 juta bila melanggar perjanjian. Apabila denda tidak dibayar, harga menjadi Rp40 juta.

Namun hingga dua bulan SAD Merangin tak kunjung memenuhinya. Mereka tidak merasa membuat rusuh dan menolak mediasi (membayar denda). Tak terima, SAD Pasir Putih pun berencana menyerang kelompok Merangin.

Mendapat informasi tersebut, Polsek Pelepat dan Pihak Kecamatan Pelepat mendatangi Suku Anak Dalam Pasir Putih agar tidak melakukan penyerangan.

Tidak terima mendapat imbauan, sekitar pukul 18.00 WIB, kelompok Pasir Putih tiba di Mapolsek Pelepat dipimpin Badai sang Tumenggung. Dia menanyakan kesepakatan konflik dengan kelompok Merangin kemudian memecahkan kaca Mapolsek.

salah satu warga suku anak dalam yang tertembak saat serang polsek Abimayu/Okezone

Saat itulah penembakan dilakukan oleh anggota Polsek Pelepat dan Polres Bungo yang sudah melakukan penjagaan. "Kelompok SAD Pasir Putih menyelamatkan diri dengan berlari ke arah depan Polsek. Ketika berlari diamankan satu orang SAD dan pemimpin mereka," kata Januario, Rabu (20/6/2018).

Sekitar pukul 20.15 WIB, Dandim 0416/Bute bersama Pasi intel Dim 0416/Bute, serta Babinsa mendatangi Indah, pengurus SAD Pasir Putih untuk bernegosiasi. Dalam negosiasi itu disepakati kelompok SAD tidak akan menyerang ke Mapolsek kalau Badai Tumenggung mereka dilepaskan, dan kelompok SAD yang terluka akibat tembakan diobati oleh pihak Polres Bungo.

Kapolres mengaku akan mengambil langkah agar kejadian serupa tidak terulang. "Konflik kelompok SAD ini akan segera kami selesaikan agar kejadian ini tidak berbuntut panjang. Kami akan hubungi pihak-pihak terkait dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi," tutur Januario.

Penyerangan di Mapolsek Pelepat Kabupaten Bungo dilakukan oleh SAD atau yang biasa disebut orang rimba dari Kampung Pasir Putih, Dusun Dwi Karya, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi.

 

Sedikitnya 100 orang SAD Pasir Putih yang dikomandoi Tumenggung Badai dengan membawa senjata api rakitan (kecepek) merusak Polsek Pelapat. Mereka melempari jendela dengan batu hingga membuat beberapa kaca pecah berserakan.

Peristiwa itu membuat petugas mengambil tindakan tegas. Lima orang SAD ditembak. Kelimanya langsung dilarikan ke RSUD Muarabungo dan mendapatkan perawatan intensif di ruang Bedah IGD.

Suku Anak Dalam serang Polsek Perapat. Foto/Ist

"Anggota kami mengambil tindakan tegas. Petugas menghalau mereka saat akan melakukan perusakan dan tidak menghiraukan saat dilepaskan tembakan peringatan,” kata Januario.

Kelima warga yang ditembak yakni Supri (15) luka di betis kanan dan Unom (20) terluka di paha kanan. Kemudian Buyung (16) luka tembak di pergelangan kaki sebelah kanan mengakibatkan patah tulang. Selanjutnya Bujang (35), luka tembak di paha sebelah kanan, dan Yatim (18) luka di betis sebelah kiri dan pergelangan tangan sebelah kanan.