Kunker di Bungo, Gubernur Jambi Rakor Penanganan Covid-19 Hingga Tanam Kedelai untuk Pemulihan Ekonomi

Kunjungan kerja Gubernur Jambi Dr H Al Haris, MH di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun memberikan kesan tersendiri. Pasalnya, Alharis mengaku bahwa hanya Kabupaten Bungo yang belum pernah pada zona merah penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi. Mengikuti orang nomor satu di Jambi ini dalam rangkaian beberapa kegiatannya mulai dari rapat koordinasi dengan Bupati Bungo Mashuri, bersama unsur Forkompinda Kabupaten Bungo terkait Penanganan Covid-19, Kamis (26/8). Dirinya juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Bungo dan Satgas Covid-19 yang berusaha keras menangani pencegahan Corona ini.

Kunker di Bungo, Gubernur Jambi Rakor Penanganan Covid-19 Hingga Tanam Kedelai untuk Pemulihan Ekonomi
Gubernur Jambi Alharis saat rakor Penanganan Covid-19 bersama Bupati Bungo Mashuri. (Ari/brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Kunjungan kerja Gubernur Jambi Dr H Al Haris, MH di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun memberikan kesan tersendiri. Pasalnya, Alharis mengaku bahwa hanya Kabupaten Bungo yang belum pernah pada zona merah penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi.

Mengikuti orang nomor satu di Jambi ini dalam rangkaian beberapa kegiatannya mulai dari rapat koordinasi dengan Bupati Bungo Mashuri, bersama unsur Forkompinda Kabupaten Bungo terkait Penanganan Covid-19, Kamis (26/8).

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Bungo dan Satgas Covid-19 yang berusaha keras menangani pencegahan Corona ini.

"Saya selalu memantau baik itu di televisi maupun di medsos Tim Satgas Covid-19 Bungo bersama TNI Polri selalu menjemput bola ke masyarakat Kabupaten Bungo, terutama mereka yang belum melakukan vaksin, baik itu di desa-desa maupun di sekolah-sekolah," ungkap Mantan Bupati Merangin dua periode ini.

Kedatangan Gubernur disambut oleh Bupati Bungo H.Mashuri bersama unsur Forkopimda dan rombongan di Kantor Bupati Bungo dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu juga kedatangan orang nomor 1 di provinsi Jambi ini disambut dengan tarian sekapur sirih dan pengalungan Bunga di halaman kantor Bupati Bungo.

Usai melaksanakan rakor Penanganan Covid-19, Gubernur langsung meninjau RSUD H Hanafie dan Rusunawa. Dalam peninjauan ini Alharis melihat beberapa lokasi ruang rawat pasien serta rusunawa.

Bupati Mashuri menjelaskan Bungo memiliki 3 Rumah Sakit yang melayani pasien Covid-19 dan memiliki 180 tempat tidur, dengan rincian 150 kamar tidur di RSUD Hanafi 13 tempat tidur di RS Permata Hati dan 17 Tempat tidur di Rusunawa Kabupaten Bungo.

Untuk keteserdian tabung oksigen 343 tabung dengan rincian 200 tabung di RSUD Hanafi, 68 tabung di rusunawa dan 75 tabung di RS Permata Hati. Dan untuk ketersedian ventilator sds 8 unit  dan ketersediaan obat 1.300 unit.

"Untuk kegiatan vaksinasi sebanyak 82.000 dosis terdiri dari 5.600 dosis untuk vaksin pertama dan 39.000 dosis vaksin kedua. Kabupaten bungo butuh 30 ribu untuk suntikan kedua," jelasnya.

Sementara, Al Haris mengatakan selaku Satgas Provinsi Jambi, tentu ingin bertemu dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Bungo agar ada komunikasi dan koordinasi dengan baik. Dalam rangka untuk mengendalikan Covid-19 di wilayah kerja Provinsi Jambi khususnya Kabupaten Bungo.

"Kita perlu ada langkah-langkah pemberdayaan pembangunan antara Provinsi dengan Kabupaten Bungo. Intinya adalah kami dengan Bupati bungo ingin bekerja bersama-sama membangun Bungo ini, karena kamajuan Provinsi Jambi adalah kemajuan Muaro Bungo," katanya.

"Kita ingin bersinergi bersama-sama saling menguatkan, apalagi Bungo ini adalah etalase wilayah barat. Etalase dari semua ada di Bungo ini, mulai dari Bandara Muaro Bungo. Mari kita kembangkan Bungo ini menjadi etalase wilayah barat," tutupnya.

Gubernur Al Haris memberikan bantuan untuk pengembangan pembibitan dan produksi ternak berupa ayam sebanyak 500 ekor dan kambing sebanyak 50 ekor kepada Pemkab Bungo.

Kemudian bantuan sarana produksi kacang tanah 100 Ha dalam rangka pemulihan ekonomi daerah dengan rinciannya yaitu benih kacang tanah Rp. 357.036.000, herbisida sebesar Rp. 19.792.200, insektisida sebesar Rp. 53.550.000, pupuk NPK sebesar Rp. 55.000.000. Bantuan 2 unit mesin penggiling kopi dan 2 unit mesin penyanggrai kopi sebesar Rp. 76.322.400 (KTH Sungai Kelumbuk, Dusun Sungai Telang).

Kemudian bantuan 2 unit mesin bambu pemuat tusuk sate-Irat-Pembelah dan 1 unit gergaji listrik sebesar Rp. 33.398.165 (KTH Harapan Jaya Dusun Tebing Tinggi).

Bantuan berupa 1 unit alat ekstraktor madu dan 2 unit alat uji kadar air madu dan 20 unit stop lebah koloni lebah apis cerana sebesar Rp. 102.577.306 (KTH Sungai Miyang Dusun Rantau Pandan).

Selain itu, Gubernur Al Haris juga memberikan Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 bagi 2.036 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bungo sebesar Rp. 300.000/bulan/KPM selama 3 bulan senilai Rp1.832.400.000 yang akan disalurkan melalui PT Pos melalui layanan wesel.

Usai meninjau RSUD H Hanafie dan Rusunawa, kemudian Gubernur Jambi bersama rombongan istirahat di rumah dinas. Usainya dilanjutkan menuju Kampung Lubuk Tenam, Kelurahan Manggis, Kabupaten Bungo Jambi untuk melakukan penanaman kedelai dan bertemu dengan petani kedelai. Serta panen cabai di Dusun Muko-muko Bathin VII.

Usai tanam kedelai, Gubernur Jambi melakukan video conference dengan para petani di Kabupaten Bungo. Dalam acara inipun menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Kemudian Gubernur menyerahkan bantuan sarana produksi kacang tanah 100 Ha dalam rangka pemulihan ekonomi daerah dengan rinciannya yaitu benih kacang tanah Rp357.036.000, herbisida sebesar Rp19.792.200, insektisida sebesar Rp53.550.000, pupuk NPK sebesar Rp55.000.000.

"Kita sudah menanam kedelai, dimana ini juga termasuk ke program Presiden RI Bapak Jokowi dalam rangka penguatan pertanian yang bernama Pajale (Padi, Jagung, Kedele)," terang Al Haris.

Katanya, kedelai hingga kini masih impor, karena kebutuhannya masih tinggi untuk dijadikan bahan obat-obatan, jamu dan Susu.

"Saya harap lahan tidur yang masih banyak ini, bisa di manfaatkan menjadi lahan produktif untuk pertanian," ungkapnya. (Ari Widodo)