Lagi, 1 Pasien Positif Corona di Kediri Dinyatakan Sembuh dan Diperbolehkan Pulang

Satu lagi pasien positif Corona atau Covid-19 di Indonesia dinyatakan sembuh. Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri menyatakan hasil tes satu pasien positif yang dirujuk dari Blitar dinyatakan negatif Corona. 

Lagi, 1 Pasien Positif Corona di Kediri Dinyatakan Sembuh dan Diperbolehkan Pulang
ILUSTRASI. Seorang pasien mendapat perawatan dari tim medis. (cnnindonesia.com)

BRITO.ID, BERITA KEDIRI - Satu lagi pasien positif Corona atau Covid-19 di Indonesia dinyatakan sembuh. Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri menyatakan hasil tes satu pasien positif yang dirujuk dari Blitar dinyatakan negatif Corona. 

Dilansir dari Tempo.co, Direktur RSUD Kabupaten Kediri (RSKK), Ibnu Gunawan, mengatakan pasien tersebut sudah diperbolehkan pulang. "Hasil lab swab dari TDC Uniar untuk penderita tersebut telah dinyatakan negatif," kata Ibnu Gunawan, Jumat 27 Maret 2020.

Baca Juga: Dampak Corona, Pedagang Pakaian di Sungaipenuh Menjerit

Pasien tersebut adalah rujukan dari Rumah Sakit Aminah Blitar yang mengalami demam pada tanggal 11 Maret 2020 setelah pulang dari Bogor. Setelah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSKK, kondisinya berangsur-angsur membaik. 

Ibnu Gunawan juga menjelaskan saat ini masih terdapat satu pasien berstatus positif yang dirawat di ruang isolasi. Ia adalah warga Kediri yang bekerja di rumah sakit Jakarta selama lima tahun.

Ketika pulang mengalami gejala klinis yang mengarah pada paparan Covid-19, dan memeriksakan diri ke RSKK. Hasil pemeriksaan swab menyatakan pasien positif terjangkit.

Baca Juga: HOAKS! Bayi Baru Lahir Berbicara, Ajak Makan Telur Rebus untuk Cegah Virus Corona

"Saat ini kondisinya mengarah pada perbaikan. Semoga bisa menambah jumlah pasien sembuh di Kediri," kata Ibnu.

Terkait satu pasien lainnya yang telah meninggal, Ibnu Gunawan memastikan jika almarhum positif Corona. Hasil pemeriksaan laboratorium itu keluar sehari setelah pasien meninggal.

Saat diterima petugas medis RSKK dari RS HVA Toelongredjo Pare, kondisinya sudah memburuk akibat penyakit yang menyertai, yakni jantung dan diabetes.

Meski hasil pemeriksaan lab belum keluar saat pasien meninggal, pihak RSKK sudah menerapkan protokol pengurusan jenazah standar Corona. Petugas juga menyegerakan pemakaman di bawah tiga jam setelah kematian.

Baca Juga: Anda Ingin Tetap Kerja Meski Pandemi, Ini Tips Hindari COVID-19

Dengan hasil tersebut, Ibnu Gunawan menyarankan kepada orang-orang terdekat pasien untuk isolasi mandiri. Mereka adalah keluarga dan siapa pun yang sempat melakukan kontak fisik dengan almarhum sebelum meninggal.

"Jika merasakan demam dan batuk, segera periksa ke Puskesmas terdekat," kata Ibnu. (red)

Sumber: Tempo.co