Meski Pandemi Covid-19, Harga Pinang di Jambi Stabil

Di tengah meningkatnya kasus Covid-19 yang dikhawatirkan berdampak pada harga komoditi pinang, namun perkembangan harga pinang relatif stabil.

Meski Pandemi Covid-19, Harga Pinang di Jambi Stabil
Ilustrasi

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Di tengah meningkatnya kasus Covid-19 yang dikhawatirkan berdampak pada harga komoditi pinang, namun perkembangan harga pinang relatif stabil.

Kapala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agus Rizal saat dikonfirmasi Selasa (6/10/20) mengatakan, harga pinang stabil dipicu dengan masih tingginya permintaan pasar, yang diekspor ke tiga negara yakni pakistan, India, Afghanistan, dengan jumlah ekspor mencapai 80 ribu ton pertahun.

Ketiga negara tersebut biasanya mengolah Biji pinang  ini untuk dijadikan sebagai bahan baku masakan, kosmetik, permen dan obat-obatan.

“Harga biji pinang ditentukan oleh mutu dan kadar air, semakin rendah kadar air harga semakin tinggi. Biasanya harga pinang basah dihargai Rp 10-11 ribu perkilogramnya, sedangkan untuk harga  pinang kering Rp 12-13 ribu perkilogram," katanya.

Dikatakan Agus Rizal, daerah penghasil pinang terbanyak di Provinsi Jambi ada di dua kabupaten, yakni Tanjab Timur dan Tanjab Barat. Untuk meningkatkan produksi pinang, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi memberikan program bantuan kepada petani pinang berupa alat pengolah sederhana buah pinang dan pembinaan ke Penangkar pinang.

“Saat ini kami memeberikan bantuan alat pengolah sederhana buah pinang, yakni alat pembelah buah pinang dan bantuan pembinaan ke penangkar,” pungkasnya.

Penulis: Fadzil Ilham
Editor: Rhizki Okfiandi