Meski Pernah Terpapar Corona, Bupati Masnah Siap Divaksin
Penyintas COVID-19 adalah orang yang pernah terpapar virus Corona dan berhasil bertahan hingga dinyatakan sembuh.
BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Penyintas COVID-19 adalah orang yang pernah terpapar virus Corona dan berhasil bertahan hingga dinyatakan sembuh.
Sebelumnya, para penyintas ini tidak divaksin lantaran dalam tubuhnya sudah tercipta imun alami. Namun sekarang, para penyintas ini sudah bisa divaksin. Selain para penyintas, para lanjut usia (Lansia) yang berusia di atas 60 tahun juga bisa divaksin.
"Jadi sekarang para penyintas dan lansia sudah bisa divaksin. Ini sekarang kita tengah mempersiapkan untuk memvaksinasi ibu Bupati kita di gelombang kedua ini, karena beliau kan termasuk penyintas. Kita masih menunggu jadwal beliau," kata Kepala Dinas Kesehatan Muarojambi Afif Udin Senin (15/3/21).
Afif menyebut, saat ini pihaknya tengah menjalani program vaksinasi gelombang kedua. Di program vaksinasi gelombang kedua ini, salah satunya akan diimunisasikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Muarojambi. Selain itu, juga kepada sasaran yang ditentukan yakni Polri/TNI serta pelayanan publik dan tokoh masyarakat.
"Melalui media ini, kita juga mengedukasi dan menginformasikan edaran terbaru ini bahwa penyintas dan lansia sudah boleh divaksin. Untuk para penyintas ini bisa divaksin setelah 3 bulan dinyatakan sembuh,. Jadi bagi para penyintas dan lansia tak perlu ragu untuk divaksin," kata Afif.
Afif juga mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah menerima 1.840 dosis vaksin sinovac COVID-19 dengan jumlah sasaran 920 orang. Setiap orang divaksin dengan dua kali dosis dalam interval 2 Minggu atau 14 hari.
"Kalau jumlah data sasaran di gelombang kedua ini 10.000 sasaran. Saat ini kita tengah berproses untuk memvaksinasi sesuai dosis yang kita terima yakni 1.840 dosis, dengan " kata Afif.
Afif menyebut, saat ini pihaknya juga gencar mempersiapkan data sasaran para penerima vaksin. Mulai dari nomor induk kependudukan sampai beberapa data pendukung lainnya.
"Kita terus kumpulkan datanya agar program vaksinasi ini sukses untuk menekan angka penyebaran COVID-19. Mulai dari data ASN, guru hingga termasuk juga para wartawan," kata Afif.
Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi
