Pasangan Mahasiswi dan Pelajar SMA Ini DIgerebek Warga Pematang Kandis, BR: Baru Dua Kali Pak

Pasangan Mahasiswi dan Pelajar SMA Ini DIgerebek Warga Pematang Kandis, BR: Baru Dua Kali Pak
Dua Pasangan Yang Diduga Berbuat Mesum Saat Diamankan Warga (Rhizki Okfiandi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MERANGIN - Seorang Mahasiswi dari Perguruan Tinggi (PT) ternama di Kabupaten Merangin, dan seorang pelajar SMA Unggul di Kabupaten Merangin, digerebek warga RT 19 Kelurahan Pematang Kandis di sebuah kontrakan, sekitar pukul 00.30 WIB dini hari Minggu (5/1/2020).

Informasi yang didapat, Mahasiswi tersebut berinisial EL (18) warga Kecamatan Pamenang yang masih duduk di Semester I (Satu) , sedangkan kekasihnya berinisial BR (17) warga Desa Pinang Merah, Kecamatan Pamenang Barat.

Penggerebekan ini bermula ketika, warga setempat mendapatkan informasi kalau EL sering membawa pria di kontrakannya. Informasi ini pun langsung diteruskan ke Ketua RT setempat.

Para warga pun akhirnya melakukan pengintaian, sejak Sabtu malam. Dirasa waktu yang tepat, akhirnya puluhan warga pun mendatangi kontrakan EL dan menggedor pintunya.

Setelah digedor, EL pun keluar rumah dengan hanya mengenakan pakaian daster. Para warga pun menanyakan bersama siapa EL di dalam rumah.

“Dengan siapa kamu di rumah, ada laki-laki ya?,” Tanya warga ke EL.

Namun, EL membantah tudingan tersebut, dan menyebutkan kalau Ia hanya sendirian.

“Dak ada siapa-siapa, Cuma saya sendiri,” ujar EL.

Para warga yang tak percaya, akhirnya melakukan penggeledahan, dan berhasil menemukan BR yang bersembunyi di dalam kamar mandi. Keduanya pun dikumpulkan, dan langsung diinterogasi oleh warga.

Dari hasil interogasi tersebut, BR mengaku sudah melakukan hubungan badan sebanyak dua kali. Perbuatan pertama tersebut dilakukannya bersama EL di sebuah Hotel, dan perbuatan kedua dilakukannya di kontrakan tersebut.

“Baru dua kali pak, pertama di Hotel, kedua di kontrakan ini,” katanya.

Terpisah Ketua RT 19, Herman, yang dikonfirmasi menjelaskan jika pasangan tersebut telah mengakui perbuatannya,dan sesuai dengan peraturan adat, keduanya akan dikenakan denda.

"Keluarga dari pihak laki-laki sudah kita panggil,dan selanjutnya pasangan tersebut kita denda adat serta diusir dari wilayah saya,"tutur Herman.

 

Penulis: Rhizki Okfiandi