Pasar Penampungan di Kota Sukabumi Terbakar, Pedagang Panik

Pasar Penampungan di Kota Sukabumi Terbakar, Pedagang Panik
Kondisi terkini Pasar Penampungan. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA SUKABUMI - Kebakaran Pasar kembali terjadi hingga menghanguskan 9 Kios Pasar Penampungan yang berlokasi di kampung Cisarua RT. 002/004 Kelurahan Tipar Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, Senin (20/1/2020).

Kejadian bermula sekira pukul 08.45 WIB, saat para pedagang baru saja menggelar dagangannya.

"Tiba-tiba melihat kobaran api membumbung tinggi keluar dari Kios penjual gilingan kelapa milik Dede, dengan cepat api itu langsung menyambar 8 kios yang berada di Blok C," beber Harun Arrasyid (36) salah satu seorang saksi.

"Melihat kejadian ini para pedagang tunggang langgang berhamburan ketakutan," sambungnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Iskandarsyah menjelaskan bahwa Akibat peristiwa ini sebanyak 9 Kios terdampak kebakaran. Api berasal dari Kios kelapa parut yang ada mesin penggilingannya. Beruntung Api dapat segera dipadamkan oleh Petugas Pemadam Kebakaran.

"Api dapat dipadamkan sekitar 15 menit dengan mengerahkan 6 unit mobil pemadam kebakaran, dugaan sementara kebakaran berasal dari Konslet pompa lalu konslet mengenai cadangan bahan bakar minyak mesin pompa dan Api pun langsung membesar," terang Iskandarsyah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun penjual kelapa parut yang menggunakan mesin penggilingan mengalami luka-luka di bagian kaki.

Tampak Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi mendatangi lokasi untuk meninjau kebakaran Penampungan Pasar Pelita Kota Sukabumi. Hingga berita ini ditayangkan kerugian belum bisa dipastikan.

"Yang paling penting adalah menangani dengan pendinginan agar tidak merembet ke Kios lainnya," sambung Iskandarsyah.

Sementara, salah seorang pedagang yang berjualan di pasar penampung Subur mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di depan kios kepala parut yang tiba-tiba muncul percikan api dan terjadi ledakan.

Pemilik kios yang masih ada di dalam kiosnya langsung ia tarik ke luar karena khawatir menjadi korban apalagi api dengan cepat membesar dan masih ada sisa bahan bakar jenis bensin. "Saya spontan membantu pemilik kios keluar api, mayoritas pedagang tidak berhasil menyelamatkan barang dagangannya," katanya.

Sumber: sukabuminews.net
Editor: Ari