Pemkab Gelar Expose Laporan Akhir Peninjauan Kembali RTRW Kabupaten Sarolangun tahun 2014-2034

Pemkab Gelar Expose Laporan Akhir Peninjauan Kembali RTRW Kabupaten Sarolangun tahun 2014-2034
Tampak Acara Pembukaan Evaluasi Akhir Peninjauan Kembali RTRW Kabupaten Sarolangun (Arfandi S/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sarolangun melaksanakan kegiatan expose laporan akhir Peninjauan Kembali (PK) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sarolangun tahun 2014-2034, Selasa (10/12) di Ruang aula Bappeda Sarolangun.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Ir Dedi Hendri. Yang dihadiri Kepala Bappeda H Lukman, M. Pd, para Kepala OPD terkait, Kabid Sarpras Bahder Johan SH, para narasumber dan tenaga ahli serta tim peninjauan kembali RTRW Kabupaten Sarolangun.

Kepala Bappeda Lukman dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan mengacu kepada peraturan UU Nomor 26 tahun 2017 tentang penataan ruang, peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang, nomor 06 tahun 2017 tentang Tata Cara peninjauan kembali Rencana RTRW serta Peraturan Bupati Sarolangun Nomor 02 tahun 2014 tentang rencana RTRW Kabupaten Sarolangun tahun 2014-2034.

"Perlu kami laporkan bahwa dalam laporan akhir pk RTRW ini diikuti sebanyak 55 orang peserta yang terdiri dari tim PK RTRW Kabupaten sarolangun, opd terkait, narasumber dan tenaga ahli," katanya.

 

Narasumber yang didatangkan tersebut meliputi, Dr H Zulgani, MP dari Fakultas ekonomi UNJA. Helnes MT, fakultas teknik UNJA, Ir Erza dari fakultas tekhnik universita Bung Hatta serta Soni Pratomo, ST MT dari Bappeda Provinsi Jambi dan Yosa dari Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Sementara itu Asisten II Dedi Hendri dalam sambutannya mengatakan bahwa rencana RTRW Kabupaten Sarolangun yang dibuat dalam jangka waktu selama 20 tahun pada tahun 2014, dapat direvisi kembali setiap lima tahun sekali sesuai peraturan perundang-perundangan. Hal itu bertujuan sebagai upaya melihat kesesuaian antara kebutuhan pembangunan strategis sesuai dengan kondisi yang ada, meliputi kualitas dan kesesuaian RTRW dengan perundang-undangan.

"Saya harap kepada tim dan tenaga ahli sudah memperhatikan kesesuaian RTRW dengan pemanfaatan ruang sesuai dengan kondisi yang ada, dinamika internal dan strategis. Perlu kita ketahui, bahwa kita harus didukung oleh data yang valid ketika kita melakukan proses peninjauan kembali RTRW," katanya.

"Kami ingatkan data-data ini sudah benar dan valid sesuai dengan potensi kita, karena kita lihat beberapa waktu yang ada beberapa potensi yang tidak bisa kita manfaatkan. Seperti galian c, belum diatur dalam tata ruang kita. Kemudian kita lihat potensi yang memang bisa kita kembangkan, maka kita harap kegiatan ini mampu menjawab permasalahan yang dihadapi. Kalau pemanfaatan kami yakin sudah bisa kita laksanakan dengan baik, mudah-mudahan laporan akhir ini bisa mengakomodir semua potensi yang ada sesuai dengan aturan," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan tenaga ahli dan narasumber terkait laporan akhir peninjauan kembali RTRW Kabupaten Sarolangun tahun 2014-2034, yang diikuti oleh para peserta dengan baik.(Adv) 

Penulis: Arfandi S

Editor: Rhizki Okfiandi