Pemuda di Bungo Ini Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jengkol
Diduga masalah ekonomi, seorang pemuda bernama JF (17) mengakhiri hidup dengan menggantung diri di pohon jengkol. Korban ditemukan oleh pihak keluarga sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (17/2).
BRITO.ID, BERITA JAMBI - Diduga masalah ekonomi, seorang pemuda bernama JF (17) mengakhiri hidup dengan menggantung diri di pohon jengkol. Korban ditemukan oleh pihak keluarga sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu (17/2).
Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 20.00 WIB Ramli dan Juwairiah sedang di rumah di Desa Sungai Lilin, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas. Namun merasa aneh lantaran tak menemukan JF di rumah. Merasa ada yang tak beres, keduanya mencari korban ke rumah tetangga, namun tidak ada satupun yang melihat dirinya.
Sekitar pukul 22.00 WIB, saksi mencoba mencari ke belakang rumah dikarenakan biasanya korban buang air besar disitu. Namun betapa terkejutnya saksi melihat korban tergantung di pohon jengkol sudah tak bernyawa.
Saksi meminta bantuan kepada tetangga untuk menurunkan korban dan membawa korban kedalam rumah saksi. Kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan perangkat desa, serta menyampaikan kepada pihak Polsek Tanah Sepenggal lintas.
"Anggota polsek tiba di TKP, memang benar bahwa korban sudah berada di dalam rumah. Keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan bahwa sudah berlapang dada dan ikhlas atas kejadian tersebut. Sepakat untuk tidak dilakukan otopsi terhadap korban serta tidak akan menuntut kepada siapapun atas apa yang terjadi terhadap korban," ungkap Kapolres Bungo AKBP M Lutfi melalui Paur Humas Iptu M Nur, Kamis (18/2).
Kata M Nur, motif korban mengakhiri hidup diduga masalah keluarga dan faktor ekonomi. Dikarenakan ibu korban sudah meninggal dunia. Sedangkan ayah korban mempunyai penyakit sesak nafas.
Sejak lahir hingga dewasa korban bersama tiga saudaranya tinggal dengan nenek dan kakeknya.
"Diduga dikarenakan faktor ekonomi orangtuanya. Tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan terhadap korban, serta korban juga sebelumnya tidak mengalami penyakit menahun atau penyakit akut lainnya," katanya.
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
(red)

Ari W