Pencemaran Lingkungan, PT BAM Pernah Dijatuhi Hukuman Tegas DLH Muarojambi

Pencemaran Lingkungan, PT BAM Pernah Dijatuhi Hukuman Tegas DLH Muarojambi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muaro Jambi, Firman. (romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muaro Jambi tak segan-segan menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan. Bukti ketegasan pernah diterapkan kepada PT Biccon Agro Makmur (PT BAM). Aktivitas pabrik kelapa sawit milik PT BAM yang beroperasi di jalan poros Kecamatan Sungai Gelam, dihentikan karena melakukan pencemaran lingkungan. 

 

"Perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan akan kita tindak tegas. Dan hal ini sudah pernah kita lakukan di PT BAM, yaitu saksi administrasi dengan paksaan pemerintah. Kita lakukan pembinaan selama tiga bulan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muaro Jambi, Firman, Rabu (17/7).

 

Firman mengatakan bahwa PT BAM sudah beroperasi kembali setelah dilakukan pembinaan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi. Hal itu merupakan salah satu contoh upaya yang telah dilakukan Pemkab Muaro Jambi dalam menjaga lingkungan.

 

"Dalam pengelolaan lingkungan itu ada beberapa sanksi, yaitu teguran lisan, sanksi administratif, dan paksaan pemerintah," ujarnya.

 

Firman menyebut kesalahan yang pernah dilakukan PT BAM berupa pengelolaan lingkungan dan penanganan limbah yang kurang baik. Permasalahan itu kemudian telah dibenahi dengan menejemen yang lebih baik.

 

"Pembinaan itu butuh waktu lama, karena ukuran pengelolaan limbah paling sedikit 160 hari," kata Firman.

 

Firman menjelaskan sejak dirinya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup di Muaro Jambi, pengelolaan limbah perusahaan rutin dipantau setiap bulan. Sampel limbah yang dihasilkan perusahaan rutin diambil guna memantau standar baku mutu yang ditetapkan yaitu PH sebesar 6,0 - 9,0

 

" Sekarang ini sudah banyak perubahan, pengelolaan limbah perusahaan di Muaro Jambi semakin membaik," ujarnya. (RED)

 

Kontributor : Romi R