Perluasan Kantor Bupati Tanjab Barat Menuai Persoalan

Perluasan Kantor Bupati Tanjab Barat Menuai Persoalan
Proyek Perluasan Kantor Bupati Tanjab Barat (Heri Anto/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA TANJAB BARAT- Polemik Proyek perluasan kantor Bupati Tanjab barat mulai bermunculan. Selain dinilai mubazir, pembelian aset lahan di lokasi proyek juga dipertanyakan.

Salah satu Angota dewan Dapil I Tungkal ilir, H Mukri mempertanyakan aset lahan di seberang anak sungai yang baru saja dibeli pemerintah. Mukri menilai, ada kejanggalan dalam pembelian lahan yang kini dibangun pintu air. Sebab diduga ada tumpang tindih aset di dalamnya.

Mukri menjelaskan, di tahun 2004, Pemda Tanjab Barat pernah menganggarkan pembelian tanah pelebaran anak sungai tepatnya di belakang eks Kantor Dispenda.

"Saat itu saya dinas di bagian aset, jadi saya tahu. Untuk jumlah pastinya saya lupa berapa luas yang dibeli. Yang jelas pembelian tanah di seberang sungai itu diperuntukkan untuk pelebaran anak sungai lantaran bagunan belakang bekas bekas Bappeda longsor." Terang pensiunan PNS itu.

Dijumpai terpisah, Kabag Aset Setda Tanjab Barat Triyono mengaku tidak mengetahui pembelian tanah di belakang bekas kantor Dispenda pada tahun 2004 silam. Dia berkilah jika setiap pembelian aset oleh OPD, harus ada rekomendasi aset agar semua aset terdata dengan benar.

"Kalau masalah tumpang tindih saya tidak tahu. Yang jelas, pembelian tanah di belakang kantor Bupati itu bagian umum." Kilahnya.

"Jadi kalau memang tumpang tindih, silahkan tunjukkan bukti-bukti. Yang ada tahun 2002 pernah dibeli 1220 meter persegi Itu yang dibeli, lokasinya di samping kantor Dispenda, bukan di belakang kantor, itu tujuannya untuk parkir mobil Bupati." Tukasnya.

Penulis: Heri Anto

Editor: Rhizki Okfiandi