Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Sabu 5 Kg Asal Riau

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi berhasil menggagalkan usaha penyelundupan 5 Kilogram sabu asal Riau di perbatasan Jambi tepatnya di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Sabu 5 Kg Asal Riau
Konferensi Pers yang Dilaksanakan Polda Jambi (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi berhasil menggagalkan usaha penyelundupan 5 Kilogram sabu asal Riau di perbatasan Jambi tepatnya di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. 

Wakapolda Jambi, Brigjen Pol Yudawan mengatakan bahwa telah mengamankan 3 tersangka pengedar narkotika jenis sabu seberat 5 kg yang berasal dari Provinsi Riau dan akan diedarkan ke Lampung dan Pulau Jawa menggunakan mobil minibus merk Toyota Avanza dengan nomor polisi BM 1694 OW. 

"Tersangka pertama yang kita amankan berinisial LH, setelah kita melakukan pengejaran DPO lainnya, kita berhasil mengamankan 2 orang tersangka lainnya yakni, berinisial SN dan F di Pekan Baru," kata Wakapolda Jambi, Brigjen Pol Yudawan, Selasa 2 Oktober 2021.

Adapun modus penyelundupan sabu tersebut dikemas menggunakan kantong plastik dan disimpan didalam karung beras. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku bahwa dirinya telah melakukan 3 kali mengedarkan barang tersebut. 

"Sejauh ini kalau pengakuannya mereka telah 3 kali mengedarkannya, ya namanya juga pengakuan, kalau bisa mungkin mereka paling sedikit untuk melakukan kejahatan," ungkapnya. 

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Jambi, Kombes Pol Thomas Panji Susbandaru mengatakan, penangkapan pada tanggal 17 Oktober 2021 pada saat tersangka mengendarai mobil minibus dari arah Jambi menuju Lampung. 

"Kita mengamankan 3 tersangka, dan 2 lagi masih DPO dengan inisial A dan P, untuk selanjutnya kita masih melakukan pengembangan kasus ini," katanya. 

Dari hasil penggagalan narkotika jenis sabu seberat 5 kg tersebut, jika ditotal ke rupiah bahwa senilai Milyaran rupiah. 

"Kita mengamankan 5 bungkus, kalau 1 bungkus itu beratnya 1 kg dan harganya Rp 1,2 Milyar, jadi jika ditotal kan keseluruhan nya berjumlah Rp 6 Milyar," pungkasnya. 

Penulis: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi