Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Dosen IAKSS, Hasil Autopsi Tunggu 7 Hari

Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Dosen IAKSS, Hasil Autopsi Tunggu 7 Hari
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono bersama Wabup Tri Wahyu Hidayat saat konpres. (Brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO – Penyidik Polres Bungo terus mendalami kasus pembunuhan terhadap dosen Institut Agama dan Kebudayaan Islam (IAKSS) Muara Bungo berinisial EY (37) yang ditemukan tewas di rumah BTN Al-Kautsar 7, Kecamatan Rimbo Tengah, beberapa waktu lalu. Bahkan setelah pihak kepolisian sudah menangkap terduga pelaku WLD yang merupakan Oknum Anggota Polres Tebo.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jambi yang telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Hasil autopsi dari tim dokter forensik masih diteliti. Paling cepat sekitar tujuh hari baru bisa keluar hasil resminya,” ujar Kapolres, Senin (3/11/2025).

Menurut Natalena, hasil autopsi ini sangat penting untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk adanya dugaan kekerasan fisik atau tindak pelecehan sebelum korban meninggal dunia.

Selain menunggu hasil autopsi, penyidik juga terus menelusuri berbagai petunjuk dan bukti tambahan. Salah satu fokus penyelidikan yakni pengumpulan rekaman CCTV dari sejumlah lokasi, termasuk area RSUD Hanafie.

“Tim sedang mengumpulkan bukti CCTV dari beberapa lokasi, termasuk RSUD Hanafie. Di sana juga ditemukan sepeda motor Honda PCX milik korban yang diparkir di area rumah sakit,” jelas Kapolres.

Ia menambahkan, seluruh temuan itu masih dianalisis untuk memastikan kronologi lengkap pergerakan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Setiap bukti akan kami cocokkan dengan hasil autopsi dan keterangan saksi-saksi. Kami berupaya maksimal agar kasus ini segera terungkap dengan jelas,” tegasnya.

Sebelumnya, penemuan jasad korban EY di dalam rumah BTN Al-Kautsar menggemparkan warga. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya luka di tubuh korban. Saat ini penyidik masih menunggu hasil forensik untuk memastikan penyebab dan waktu kematian secara akurat.

(Ari Widodo)