PPDB Tingkat SMP di Muarojambi Dimulai Hari Ini, Disdik: Ada Jatah Kuota 5 Persen di Kota Jambi untuk Kita

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Muarojambi mulai dibuka sejak hari ini. PPDB dilaksanakan selama lima hari ke depan.

PPDB Tingkat SMP di Muarojambi Dimulai Hari Ini, Disdik: Ada Jatah Kuota 5 Persen di Kota Jambi untuk Kita
Kabid SMP Disdik Muarojambi Kasyful (Raden Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Muarojambi mulai dibuka sejak hari ini. PPDB dilaksanakan selama lima hari ke depan.

"Sudah dimulai PPDB jenjang SMP dimulai sejak hari ini, terhitung 1-4 Juli 2020. Silakan daftarkan anak-anak didik kita di sekolah yang ada di Muarojambi," kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muarojambi Kasyful Iman Rabu (1/7/20).

Dengan telah dibukanya PPDB ini, kata Kasyful, para orangtua murid sudah bisa mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah yang ada di Muarojambi. Ada dua mekanisme dalam PPDB tahun ini, yakni melalui Online maupun Offline atau manual.

"Ada dua mekanisme, yang pertama sistim Daring (dalam jaringan) dan Luring (luar jaringan) atau secara manual," kata Kasyful.

Tahun ini, lanjut Kasyful,dari 79 SMP yang ada di Muarojambi, baik SMP Negeri, SMP Satap maupun terbuka, beberapa di antaranya sistem PDDB-nya dilakukan dengan sistem Daring.

"Tahun ini bagi sekolah yang sudah melaksanakan PPDB secara online atau daring merupakan barometer bagi sekolah lain. Nah ke depan kita berharap makin banyak SMP yang melaksanakan dengan mekanisme daring ini," kata Kasyful.

Diterangkan Kasyful, untuk mendaftarkan anak didik secara Daring, sekolah telah mempersiapkan web atau link khusus di masing-masing sekolah. Sementara yang manual, tentu dilaksanakan seperti biasa namun tetap melaksanakan protokol kesehatan COVID-19.

"Sekolah menyediakan web atau link tersendiri, silakan daftarkan ke situ. Kalau manual dilaksanakan dengan memperhatikan protokol COVID-19 yang ketat agar bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini," kata dia.

Untuk PPDB tahun ini, kata dia, tetap memakai jalur Zonasi. Persentasenya pun masih sama seperti tahun lalu.

"Ini merupakan tahun kedua pelaksanaan  zonasi. Persentasenya 85 persen jalur zonasi, jalur prestasi 10 persen dan  perpindahan orangtua 5 persen. Sementara untuk tahun ini khusus jalur afirmasi (orang miskin ) baru dilaksnaakan di tingkat SD," terang dia.

Selain itu, untuk sistem zonasi, Kasyful Iman menyebut, pihaknya sudah melakukan MoU dengan Kota Jambi soal PPDB khusus di wilayah batas. 

"Jadi terkait jalur zonasi ini, masing-masing pihak baik dinas PdK Muarojambi maupun Kota Jambi sudah melakukan MoU atau kesepahaman. Jadi tiap-tiap pihak menyediakan kuota 5 persen untuk PPDB di sekolah-sekolah yang berada di perbatasan," kata Kasyful Iman. 

Ini artinya, terang Kasyful, sebanyak 5 persen kuota PPDB di sekolah-sekolah, khususnya SMP yang berada di perbatasan Kota Jambi dan Muarojambi  disediakan untuk calon siswa di Muarojambi. 

"Jadi kuota 5 persen ini disediakan oleh Kota Jambi untuk calon siswa Muarojambi yang berada di zonasi perbatasan. Misalnya di SMP 4 Kota Jambi yang berbatasan dengan Kecamatan Sungaigelam," terang Kasyful.

Dijelaskan Kasyful, ada 6 SMP Kota Jambi yang berada di perbatasan. Sedangkan SMP Muarojambi yang berada di perbatasan ada sekitar 4 SMP. SMP Kota Jambi yang berada di perbatasan antara lain, SMP N 4, SMP N 18, SMP N 20, SMP N 21, SMP N 22, dan SMP N 23. Sementara 4 SMP Muarojambi yang berbatasan dengan Kota Jambi adalah SMP N 7, SMP N 8, SMP N 10, dan SMP N 30.

"Siswa Muarojambi yang berada di sekitaran 6 SMP tersebut bisa sekolah di Kota Jambi walaupun mereka merupakan warga Muarojambi," kata dia.

Kasyful menyebut, ada beberapa alasan para orangtua siswa ini lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah yang ada di Kota Jambi ketimbang Muarojambi. Di antaranya adalah faktor jarak dan keamanan.

"Seperti di Perumahan Namura di Pematanggajah Kecamatan Jaluko. Para orangtua di sana lebih memilih menyekolahkan anaknya di SMP N 20 Kota Jambi ketimbang SMP N 30 Muarojambi yang di Pematanggajah.  Alasannya menurut mereka yang pertama transportasinya murah, dekat dengan wilayah rumah mereka. Terus aman juga karena di daerah situ masih ada jalanan sepi karena melewati kebun karet. Dengan MoU ini kan 5 persen kuota di situ bisa untuk calon murid dari Muarojambi," kata dia.

Dinas PdK Muarojambi, kata Kasyful, berharap jumlah peserta didik di Muarojambi di jenjang SMP bisa meningkat dibanding tahun lalu. Tentunya, untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya terus berupaya mensosialisasikan hal tersebut.

"Dinas berharap tahun ini sekolah yang pada tahun sebelumnya berkurang tahun ini mencukupi. Paling tidak ada penambahan jumlah siswa. Dan ini sudah sering kita sampaikan kepada seluruh sekolah agar ada perbaikan dari BOS untuk kemajuan sekolahnya.
Misal tampilan fisik maupun  lainnya. Kalau soal Sarpras dari Dinas akan berusaha semaksimal mungkin memenuhinya secara maksimal," pungkasnya.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi