PT EBN Dianggap "Kejam" Pedagang Tak Bayar Retribusi, Pasar Angso Duo Dibuat Gelap Gulita

PT EBN Dianggap "Kejam" Pedagang Tak Bayar Retribusi, Pasar Angso Duo Dibuat Gelap Gulita
Kondisi Pasar Angso duo gelap gulita. (Deni/brito.id)

BRITO ID, BERITA JAMBI - PT Eraguna Bumi Nusa (EBN) dinilai menyengsarakan pedagang Pasar Angso Duo. Pasalnya, pedagang diwajibkan membayar retribusi yang tergolong besar hingga berujung memutuskan sementara arus listrik kedua blok.

Pemutusan arus listrik itu berawal dari, ratusan pedagang di Blok C dan Blok D yang tidak ingin membayar retribusi kebersihan dan keamanan sebesar Rp10 hingga Rp25 ribu per hari.

Dengan pungutan itu, pedagang merasa sangat diberatkan. Karena, iuran uang retribusi itu sangat memberatkan.

Salah satu pedagang Pasar Angso Duo yang tidak ingin namanya disebutkan mengaku iuran tersebut dirasa sangat memberatkan pedagang. Karena, dalam aktivitas berjualan setiap harinya para pedagang belum tentu mendapat keuntungan, tetapi harus membayar retribusi yang sangat mencekik. 

“Kami disini tidak semuanya dapat untung dan tiap hari kami harus membayar retribusi yang sangat memberatkan kami. Terkadang keuntungan yang didapat hanya untuk membayar retribusi itu," ujarnya.

Dijelaskannya, aliran listrik dimatikan sejak tanggal 26 Oktober 2019 malam, karena sebelumnya petugas PT EBN telah meminta uang retribusi kepada pedagang. Namun, pedagang tidak menyanggupi membayar iuran tersebut. 

Akibat ketidak sanggupan pedagang membayar retribusi hingga Minggu, (27/10/2019) pedagang tidak mendapatkan penerangan dalam aktivitas jual-beli.

Ditegaskannya, para pedagang sepakat tidak akan membayar uang retribusi sebelum ada negosiasi dari pihak direktur  PT. EBN bersama perwakilan pedagang. (RED)

Reporter : Deni S