Saat PSBB Warga Berkerumun di McDonalds Sarinah, Budiman Sudjatmiko: Kecerdasan & Kebodohan Itu Bukan Soal IQ, Tapi Empati dan Ego!

Politisi Budiman Sudjatmiko turut menyoroti kerumunan warga di penutupan McDonalds Sarinah pada Minggu (10/5/2020) malam.

Saat PSBB Warga Berkerumun di McDonalds Sarinah, Budiman Sudjatmiko: Kecerdasan & Kebodohan Itu Bukan Soal IQ, Tapi Empati dan Ego!
Istimewa

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Politisi Budiman Sudjatmiko turut menyoroti kerumunan warga di penutupan McDonalds Sarinah pada Minggu (10/5/2020) malam.

Sebelumnya diwartakan, kerumunan warga di acara penutupan McDonalds Sarinah menjadi viral di media sosial.

Sejumlah warga Ibu Kota meramaikan area luar McDonalds Sarinah untuk menyaksikan penutupan gerai ayam goreng cepat saji ini secara permanen, pada Minggu (10/5/2020) pukul 22.00 WIB.

Hal tersebut terlihat dalam akun Instagram @Mcdonaldsid yang menyiarkan langsung detik-detik penutupan gerai McDonald's yang berlokasi di pusat perbelanjaan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.

Video siaran langsung itu memperlihatkan pihak manajemen McDonald's Sarinah memberikan cenderamata kepada seorang pelanggan terakhir.

Selain itu, mereka juga melakukan penguncian pintu masuk gerai secara simbolis, sebagai tanda berakhirnya operasional restoran itu, untuk selamanya.

"Saat ini kita sudah sampai pada masa akhir McDonald's Sarinah Thamrin. Tempat kebanggaan kita semua, tempat memori terkumpul menjadi satu. Namun sayang kami harus pergi. Tak ada yang menyangka akan secepat ini," ujar salah seorang perwakilan manajemen McDonald's Sarinah, pada saat seremonial penutupan, Minggu (10/5/2020) malam.

Sejumlah pengunjung pun terlihat meramaikan area luar gerai untuk menyaksikan langsung penutupan restoran yang sudah beroperasi hampir 30 tahun tersebut.

Walaupun, wilayah Ibu Kota tengah memberlakukan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Pengunjung bersorak-sorai seraya mengucapkan selamat tinggal atas tutupnya restoran McDonald's pertama di Indonesia.

"Sampai Jumpa, semangat untuk tim (McDonald's) Sarinah," kata para pengunjung dan disambut suara tepuk tangan.

Melihat hal ini Budiman Sudjatmiko lantas mengurai komentar menohok.

Budiman menilai bahwa apa yang dilakukan sejumlah warga tersebut adalah suatu kebodohan.

Kebodohan ini bisa menyebabkan kematian pada diri sendiri maupun orang lain.

Hal ini mengingat bahwa DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia.

Untuk memutus penyebaran Covid-19 pemprov DKI telah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dan menurut Budiman berkerumun di depan McDonalds Sarinah adalah bentuk pelanggaran PSBB yang bisa menyebabkan penyebaran Covid-19 semakin parah.

Komentar ini dituliskan Budiman lewat cuitan di akun Twitter pribadinya.

"Kecerdasan & kebodohan itu bukan soal IQ tp soal empati & ego. Dulu kebodohan paling cuma jd beban hidupnya (orangnya tetap hidup), sekarang bisa bikin mati dirinya & banyak orang dalam waktu singkat," tulis Budiman.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq mengklaim polisi bersama Satpol PP telah mengimbau warga yang berkerumun di area luar McDonald's Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2020) malam, untuk bubar.

Saat itu, sejumlah orang berkerumun mengikuti seremoni penutupan permanen McD Sarinah.

Pembubaran tersebut mengacu pada aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang melarang kerumunan warga lebih dari lima orang.

"Begitu mereka (McDonald's) tutup pun, mereka sudah pulang kok, sudah kita arahin. Kita sampaikan ke McDonald's juga enggak ada seremonial apa-apa karena yang kita khawatirkan terjadi kluster (baru Covid-19)," kata Guntur saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (11/5/2020).

Sumber: TribunPalu
Editor: Ari