Sindikat Pencurian Ribuan Buku Nikah Diringkus Polres Bungo Jambi

Polisi Resor Bungo akhirnya berhasil mengungkap misteri pencurian buku nikah di Kementerian Agama Kabupaten Bungo, Senin 1 November 2021. Pengungkapan kasus terbilang perhatian publik ini, Tim Satreskrim Polres Bungo menangkap tiga orang pelaku.  Mereka yang diamankan AG pelaku utama diringkus di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (12/11). Tiga pelaku lainnya sebagai penadah buku nikah diantaranya B, H dan Y, ditangkap di Pesisir Selatan Sumbar dan Provinsi Riau. 

Sindikat Pencurian Ribuan Buku Nikah Diringkus Polres Bungo Jambi
Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputo saat konferensi pers terkait pengungkapan kasus pencurian buku nikah. (Ari/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Polisi Resor Bungo akhirnya berhasil mengungkap misteri pencurian buku nikah di Kementerian Agama Kabupaten Bungo, Senin 1 November 2021. Pengungkapan kasus terbilang perhatian publik ini, Tim Satreskrim Polres Bungo menangkap tiga orang pelaku. 

Mereka yang diamankan AG pelaku utama diringkus di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (12/11). Tiga pelaku lainnya sebagai penadah buku nikah diantaranya B, H dan Y, ditangkap di Pesisir Selatan Sumbar dan Provinsi Riau. 

"Dari keterangan pelaku mereka beraksi sudah yang ketujuh kali, termasuk di Kemenag Bungo. Mereka sudah terlatih dan faham apa yang mereka cari, hanya buku nikah saja," ungkap Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputo, Sabtu (13/11).

Kata Kapolres sasaran atau lokasi pencurian terutama di Kantor KUA dan Kemenag saja. Terutama di Sumbar dan Bungo ini. 

Lalu bagaimana Polres Bungo mengungkapkan kasus ini, Kapolres menjelaskan sesuai dengan rekaman CCTV yang ada. Tim olah TKP dengan mengumpulkan barang bukti, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan serangkaian tindakan penyelidikan.

"Hasil barang bukti yang kita amankan, linggis, tang, ada obeng bengkok dan rekaman CCTV. Paling penting adalah sidik jari di lokasi," jelasnya.

Pelaku ditangkap saat berupaya mengedarkan barang curian buku nikah yang merupakan hasil dari kejahatan di Kementerian Agama Bungo. Saat itu pelaku sedang berupaya mengedarkan di wilayah Pekanbaru, kemudian akan kembali dan mencari sasaran baru lagi.

"Setelah penangkapan terhadap pelaku utama inisial AG ini warga kota Padang, kemudian kita melakukan pemeriksaan, masih bisa kita selamatkan sebanyak 2.560 buku nikah atau 1280 pasang buku. Sebagian buku yang lain sudah terjual sebanyak 440 buku," jelasnya. (red/Ado)