Viral Kakek Buta Duduk Bawa Tongkat Berpaku di Sentul Disebut Pengemis Modus Perampokan, Begini Faktanya
BRITO.ID, BERITA BOGOR - Kakek Rusmi angkat bicara terkait tudingan yang ditujukan kepada dirinya.
Kakek Rusmi dituding perampok bermodus baru dan berpura-pura buta seperti dalam video viral yang beredar baru-baru ini.
Video yang beredar tersebut menampilkan Rusmi sedang duduk membungkuk di bahu Jalan MH Thamrin Sentul City, Kabupaten Bogor sambil memegang tongkat yang ujungnya berisi paku.
Kakek yang bernama lengkap Yaya Ajar Rusmian Marlan ini mengaku bahwa dirinya sama sekali tak bisa melihat.
Kakek Rusmi juga mengaku tak terima jika dirinya disebut pengemis.
"Saya tidak terima, kalau dihina apalagi dianggap minta-minta," kata Rusmi saat ditemui TribunnewsBogor.com di rumahnya di Kampung Garungsang, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (29/1/2020).
Dia menjelaskan saat duduk di jalan, dia tidak bisa memastikan apakah dia berada di tangah jalan atau di pinggir jalan.
Namun, jika ada orang yang menyuruh untuk ke pinggir, Rusmi mengaku akan bersedia ke pinggir jika dia mengganggu warga yang melintas.
"Terus terang saja mata saya enggak tahu tengah atau pinggir, utara atau selatan, saya tidak tahu. Saya berdiri, saya duduk. Kalau ada orang nolong, kek minggir kek, saya tarik mundur ke belakang, baru duduk di pinggir," kata Rusmi.
Rusmi menjelaskan sejauh ini karena hal tersebut dia sudah pernah tertabrak mobil sebanyak 3 kali.
Sementara apa yang dilakukannya dalam video, Rusmi mengaku saat itu hendak berkunjung ke rumah rekan-rekannya seperti yang biasa dia lakukan dengan cara meminta tumpangan.
"Nyegat kendaraan, capek ini (punggung), ya duduk. Perasaanku di pinggir (jalan) memang. Begitu aja 1,5 jam, cepek ini pinggang, duduk, ya begini aja udah," katanya.
Kemudian tongkat berpaku yang dia bawa, Rusmi mengaku sengaja dibuat agar dia tidak mudah terpeleset saat berjalan.
Rusmi juga mengaku bahwa sejak Selasa (28/1/2020) kemarin, dirinya didatangi sejumlah anggota polisi dan juga pihak pemerintah desa ditambah petugas keamanan Sentul City.
Rusmi mengaku bahwa tongkat paku yang biasa dia bawa kini sudah diganti dengan tongkat baru setelah kedatangan aparat tersebut.
"(Kedatangan Polisi) Ya untuk menyelesaikan masalah aja. Nasihatin saya, udah ya kek, jangan diulang lagi, ini tongkatnya udah diganti. Terus kemana-mana harus bawa temen, ngawal," ungkapnya.
Sumber: tribunnewsNewsBogor.com
Editor: Ari

Ari W