WhatsApp Pasrah! Kebijakan Privasi yang Bikin Telegram dan Signal Melejit

WhatsApp hanya bisa pasrah menerima fakta aplikasi saingan seperti Telegram dan Signal banjir pengguna baru gara-gara kebijakan pembaruan privasi mereka. WhatsApp mengatakan itu adalah hal yang baik, karena artinya pengguna bebas memilih hendak memakai aplikasi apa.

WhatsApp Pasrah! Kebijakan Privasi yang Bikin Telegram dan Signal Melejit
Istimewa. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - WhatsApp hanya bisa pasrah menerima fakta aplikasi saingan seperti Telegram dan Signal banjir pengguna baru gara-gara kebijakan pembaruan privasi mereka.

WhatsApp mengatakan itu adalah hal yang baik, karena artinya pengguna bebas memilih hendak memakai aplikasi apa.

"Pengguna memiliki pilihan, ini adalah sesuatu yang baik karena pengguna memiliki pilihan. Dan selalu baik ketika seseorang memiliki banyak pilihan aplikasi yang mereka ingin gunakan," tutur Sravanthi Dev, WhatsApp APAC Communications Director, dikutip Jumat (19/2/2021).

WhatsApp berbesar hati dengan semakin naiknya popularitas Telegram dan Signal di mata netizen, dan menilai itu sesuatu yang wajar.

"Ini merupakan sesuatu yang sangat wajar bagi pengguna menggunakan aplikasi berbeda untuk berbicara dengan orang berbeda," jelasnya.

"Terkadang mereka menggunakan aplikasi pesan instan tergantung pada siapa mereka berbicara," katanya lagi.

Menurut WhatsApp, satu aplikasi terkadang tidak bisa memfasilitasi semua kegiatan chatting. Mungkin saja saat berkomunikasi dengan orang tertentu, maka aplikasi yang digunakan juga berbeda.

"Mungkin untuk berbicara dengan teman yang ada di belahan dunia lain, menggunakan aplikasi berbeda," lanjut Sravanthi.

WhatsApp memang menjadi sorotan sejak awal tahun karena memaksa pengguna berbagi data dengan Facebook. Buntutnya, pengguna ramai-ramai pindah ke aplikasi Telegram dan Signal.

WhatsApp sendiri telah mengklarifikasi tidak melihat data percakapan pengguna. Data yang dibagi dengan Facebook hanyalah percakapan dengan akun WhatsApp Bisnis.

Layanan WhatsApp bisnis akan menggunakan server cloud Facebook, ketimbang memiliki dan memelihara server sendiri.

"Sebab, bisnis ini menerima sangat banyak chat dari pengguna, sehingga mereka butuh tempat untuk mengelola semua percakapan itu agar bisa memberikan kenyamanan bagi pengguna," tuturnya.

Sumber: Indozone
Editor: Ari