Wow! Pos Pantau Dishub Dicoret Jadi Pos Pungli, Aksi Vandalisme Warga yang Demo

Aksi vandalisme tak dielakkan, giliran Pos Pantau Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, yang berada di Jalan Raya Parungpanjang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, menjadi sasaran corat-coret warga yang berdemo menutup akses jalan Raya Parungpanjang, Sabtu (25/9) malam.

Wow! Pos Pantau Dishub Dicoret Jadi Pos Pungli, Aksi Vandalisme Warga yang Demo
Aksi vandalisme warga yang demo. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA  - Aksi vandalisme tak dielakkan, giliran Pos Pantau Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, yang berada di Jalan Raya Parungpanjang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, menjadi sasaran corat-coret warga yang berdemo menutup akses jalan Raya Parungpanjang, Sabtu (25/9) malam.

Warga yang kesal mengganti tulisan Pos Pantau Dishub Kabupaten Tangerang, menjadi pos pungli. "Semalam itu," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Agus Suryana dikonfirmasi, Minggu (26/9).

Sebelumnya, sekitar puluhan warga Legok dan Pagedangan mengamuk, dengan menutup akses Jalan Raya Parungpanjang. Selain menutup akses jalan bagi kendaraan truk tambang dan tronton besar warga juga meminta para sopir truk berbalik arah dan melempari kendaraan truk yang nekat melintas dengan benda keras.

Dalam tuntutannya yang disampaikan melalui surat petisi yang dikeluarkan masyarakat jalur Legok - Pagedangan, meminta para pengemudi dan pengusaha truk tambang mematuhi Peraturan Bupati Tangerang, nomor 46 tahun 2018 tentang jam operasional angkutan truk mulai pukul 22.00 - 05.00 WIB.

"Menuntut sikap tegas Bupati Tangerang, mengawal Perbup 46 tahun 2018 tersebut. Menuntut Kapolsek Legok, Kapolsek Pagedangan dan Dishub untuk mengatur dan mengurai kemacetan yang terjadi setiap malam, mulai dari simpang Jaha sampai Malangnengah," tulis petisi itu.

"Menambah anggota Dishub yang ada, menolak kongkalikong peraturan antara sopir,pengusaha, masyarakat dan pejabat. Apabila pihak perusahaan dan sopir tidak mengindahkan tuntutan ini kami akan menghadap Bupati Tangerang dan DPRD Kabupaten Tangerang, untuk menutup jalan ini 24 jam," bunyi tulisan dalam surat tersebut.

Sumber: Merdeka.com
Editor: Ari